Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pupuk Organik dari Urine Kelinci Buatan Warga Kudus Ini Bisa Jadi Pilihan Saat Pupuk Kimia Langka

M Anshori menunjukkan pupuk organik urine kelinci yang diproduksinya. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Urine kelinci mempunyai segudang manfaat bagi tanaman. Namun, hal itu tak bisa dilakukan dengan instan dan perlu beberapa proses fermentasi agar urine kelinci bisa aman digunakan untuk memupuk tanaman.

M Anshori (42) warga Dusun Karangdowo RT2 RW5, Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, salah satu pihak yang mengolah urine kelinci menjadi pupuk cair organik.

“Awalnya itu hanya produksi pupuk pada kasgot. Waktu itu ada peternak kelinci inbok saya berani menyuplai urine kelinci,” katanya, Senin (15/2/2021).

Setelah mendapatkan tawaran itu, tak berpikir lama dirinya pun tertarik dan mencoba membuatnya. Sebab bahan bakunya memanfaatkan limbah dari hewan.

Bahkan menurutnya pupuk organik itu bisa menjadi solusi bagi petani yang saat ini cukup kesulitan mencari pupuk kimia dari pabrik.

“Sebenarnya urine kelinci sudah tidak asing lagi kalau banyak manfaat hanya saja harus membutuhkan proses. Dan pupuk organik juga bisa menjadi pilihan petani di tengah sulit dan mahalnya pupuk kimia saat ini,” jelasnya.

Ia merincikan segudang manfaat yang bisa didapatkan dari pupuk cair organik urine kelinci. Di antaranya bisa memperkuat pertumbuhan tanaman, meningkatkan unsur hara pada tanah, mengendalikan serangan hama penyakit hingga membantu membentuk zat hijau daun.

“Bisa juga mempercepat pertumbuhan dan masa panen, serta meningkatkan jumlah dan kualitas produksi daun, bunga ataupun buah. Sebenarnya masih banyak manfaatnya, dan tidak mempunyai efek jelek untuk tanah, malah akan semakin subur,” jelasnya.

Menurutnya perlu tahapan proses fermentasi untuk membuat urine kelinci menjadi pupuk organik cair. Di proses fermentasi pertama, mencampurkan molase dan EM 4 dan didiamkan selama dua pekan.

“Setelah itu, dilanjutkan proses fermentasi kedua. Dengan menambahkan campuran berupa empon-empon dan didiamkan selama satu pekan. Jadi proses produksinya itu membutuhkan waktu tiga pekan sampai proses pengemasan,” ucapnya.

Kini, produk pupuk organik cair urine kelinci miliknya sudah banyak terjual ke berbagai darah. Mulai Kudus, Demak, Pati, Purwakarta, hinggucapnya

“Terjauh itu ke Bali sudah dua kali pengiriman sepuluh liter. Di beberapa daerah itu, ada yang untuk tanaman porang, jahe, kencur ada juga yang untuk bonsai. Satu liternya saya jual Rp 25 ribu,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...