Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

HIPMI Pati Mulai Lakukan Kajian Pemulihan Ekonomi Pascabanjir

Ketua HIPMI Pati bersama Haryanto dan Saiful Arifin nampak menyerahkan paket sembako (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Pati, mulai melakukan kajian untuk pemulihan ekonomi pascabanjir. Hal ini sebagai bentuk perhatian agar fokus bantuan tidak hanya terbatas pada saat bencana, tetapi pascabencana juga patut diperhatikan.

Ketua HIPMI Pati Anjas Felady mengaku sudah mempunyai tim untuk melakukan kajian tersebut. Bahkan saat ini sudah bergerak untuk melakukan survei di beberapa sektor.

“Banjir ini kan mempunyai dampak terhadap banyak sektor, dari sektor pertanian, infrastruktur dan lain-lain. Lha ini kami lakukan kajian, kira-kira nanti yang paling berdampak dan mendesak untuk dilakukan pemulihan ekonomi, kami akan melakukan itu,” katanya usai memberikan bantuan sembako di Desa Babalan, Kecamatan Gabus (15/2/2021).

Untuk strategi pemulihan sendiri, dirinya memang tidak sepenuhnya gerakan sosial. Nantinya, ada sinergitas antara masyarakat dan pemerintah daerah dengan HIPMI Pati.

Dia mencontohkan, seperti dalam sektor pertanian, hari ini dinilai cukup berdampak. Bahkan lahan pertanian ada banyak yang terendam banjir. Untuk pemulihan ekonomi pascabanjir, nantinya dari HIPMI bisa menyediakan pupuk ataupun bibit tanaman.

“Sistemnya bukan pinjaman, melainkan kerjasama. Nanti kalau sudah panen, bisa bagi hasil. Yang penting untuk tahap pertama, sektor pertanian harus jalan dulu. Jadi petani tidak perlu mikir hutang,” terangnya.

Sebagai pengusaha, rekayasa ekonomi mikro juga perlu untuk dilakukan pascakejadian banjir. Sebab, masyarakat tidak bisa hanya menerima bantuan sembako, tetapi masalah ekonomi jangka panjang juga patut diperhatikan.

“Kami akan bersinergi dengan pemerintah untuk melakukan pemulihan ekonomi ini. Nanti yang bisa kami bantu, misalnya di pertanian atau infrastruktur, ya kami bantu di ranah itu. Yang paling penting, ini adalah untuk pemulihan ekonomi jangka panjang,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...