Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Kutang Hingga Bangkai Binatang Dibuang ke Sungai di Blora, Kesadaran Warga Dianggap Masih Rendah

MURIANEWS, Blora – Sampah masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat di Kabupaten Blora. Kebiasaan membuang sampah di aliran sungai juga masih dilakukan.

Minimnya kesadaran untuk menjaga kebersihan sungai menjadi salah satu penyebab banjir.

Koordinator DUTA (kepeDUlian TerhAdap Blora) Blora Eko Arifianto menyebut, bahwa sungai bukan tempat sampah. Dampak masyarakat membuang sampah di sungai bisa akibatkan pencemaran lingkungan, rusaknya habitat, wabah penyakit hingga banjir.

“Saat ini kita setiap kali berdoa, meminta agar segera dibebaskan dari pandemi. Tapi setiap kali juga, kita membuang sampah di sungai mencemari bumi ini. Ini kan ironis,” kata Eko Arifianto, Sabtu (13/2/2021)

Saat ini DUTA Blora sedang berupaya untuk membersihkan sampah yang ada di Kali Grojogan, Blora. Bahkan beberapa kali ketika melakukan bersih sungai pihaknya kerap menemukan sampah rumah tangga, seperti kutang dan jenis pakaian lain.

“Tidak hanya sekali dua kali, kami sewaktu melakukan pembersihan menemukan pakaian dalam; baik itu BH (kutang) ataupun celana. Belum lagi sampah plastik dan juga bangkai binatang,” terangnya.

Menurutnya, di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini, seharusnya kesadaran masyarakat tentang pengelolaan lingkungan semakin tinggi.

“Ya, seharusnya berbanding lurus pemahaman dan kesadaran kita. Karena alam sudah mengingatkan dengan wabah yang terjadi. Bukan malah sebaliknya, buang sampah awur-awuran (sembarangan),” katanya.

Sebagai aktivis lingkungan, dirinya berharap agar masyarakat yang tinggal di hulu aliran Sungai Grojogan seperti warga Temurejo, Tegalgunung, Tempelan, Sawahan hingga Kedungjenar dan Mlangsen juga harus memiliki kesadaran pentingnya menjaga sungai.

“Percaya atau tidak. Apa yang kita lakukan akan berdampak pada diri kita sendiri. Entah sekarang atau nanti,” terangnya.

Harapannya, dengan kebersamaan kerja segenap elemen dari hulu hingga hilir dari pemerintah dan masyarakat, persoalan lingkungan bisa tanggulangi. Diharapkan tidak ada lagi warga yang membuang sampah sembarangan, terlebih dibuang ke sungai.

“Jika tidak bisa membantu memperbaiki kualitas air sungai, minimal jangan semakin mengotori dan mencemarinya. Ingat alam juga titipan anak cucu kita semua generasi mendatang,” pungkasnya.

 

Kontributor: Priyo
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...