Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jika Digelar Setelah 21 Februari, Asprov Jateng Anggap Kongres PSSI Kudus Tidak Sah

MURIANEWS, Kudus – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah meminta Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kudus menggelar kongres untuk pemilihan kepengurusan PSSI Kudus periode 2021-2025  sebelum 21 Februari 2021. Jika lebih dari tanggal tersebut, kepengurusan bakal dianggap tidak legitimasi atau tidak sah.

Hal ini tertuang pada Surat Nomor: 20/PSSI-JTG/II/2021 yang dikirim oleh Asprov PSSI Jateng. Di surat itu tertera bahwa PSSI Kudus di bawah kepemimpinan Sutrisno dengan masa periode tahun 2017-2021 akan berakhir pada tanggal 21 Februari 2021.

Dalam surat tersebut juga dijelaskan jika pelaksanaan kongres dilaksanakan setelah tanggal 21
Februari 2021, maka dinyatakan tidak legitimasi, karena masa kepengurusan telah berakhir.

Namun, beberapa bulan lalu pihak Askab PSSI Kudus melalui Surat Nomor: 03/PSSI-KUDUS/I/2021
tanggal 18 Januari 2021 menyampaikan bahwa pelaksanaan kongres akan dilaksanakan pada 28 Februari 2021.

Ketua Askab PSSI Kudus Sutrisno mengatakan, pihaknya justru sependapat dengan Asprov Jateng bahwa kongres digelar sebelum 21 Februari. Namun menurut dia, Panitia Kongres PSSI Kudus memilih menyelenggarakan di 28 Februari.

“Kalau saya lebih baik tanggal 21 Februari sesuai apa yang diminta Asprov. Karena masa kepengurusan saya memang selesai 21 Februari,” katanya, Jumat (12/2/2021).

Namun, dia masih menunggu kabar terbaru dari Syafik Arrosid, Ketua Panitia Kongres PSSI Kudus dan Asprov Jawa Tengah.

“Saya sudah ngobrol dengan Pak Syafik bagaimana kalau digeser di 21 Februari. Tapi kata Pak Syafik masih menunggu. Masih ada Covid-19 bilangnya begitu,” ujarnya.

Sementara itu Syafik Arrosid saat dihubungi mengatakan pihaknya berencana mengajukan permohonan tambahan waktu kepada pihak Asprov Jawa Tengah. Sebab, menurutnya saat ini masih pandemi.

“Soal legitimasi itu kan kalau situasinya normal. Ini kan masih pandemi juga. Enggak bisa saklek seperti itu. Makanya Senin depan saya akan kirim surat ke Asprov Jateng terkait penambahan waktu. Yang penting kan penyelenggaraan masih di bulan Februari,” pungkasnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...