Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ponpes Al-Muayyad dan Zahir Mania Kudus Kirim Ribuan Paket Bantuan ke Korban Banjir

Ketua Zahir Mania Kudus Mawahib Afkar menyalurkan bantuan di Dukuh Tanggulangin Kabupaten Kudus yang terdampak banjir. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pondok Pesantren Al Muayyad Kabupaten Kudus beserta Zahir Mania Kudus menyalurkan ribuan paket sembako dan logistik lain kepada warga terdampak banjir di sejumlah desa di Kabupaten Kudus, Jumat (12/2/2021).

Penyalurannya, bekerja sama dengan Banser NU Kabupaten Kudus, dengan titik awal di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kudus.

Ketua Zahir Mania Kudus yang juga Anggota Komisi E DPRD Jateng Mawahib Afkar mengatakan, bantuan sembako yang diberikan adalah berupa beras, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.

Sementara untuk kebutuhan nonpokok, seperti pakaian layak pakai. Mereka, lanjut dia, juga turut memberikan makanan siap konsumsi untuk warga yang bertahan di rumah masing-masing.

“Kami bersama Al Muayyad mendistribusikan bantuan ini ke sejumlah desa yang terdampak, seperti Jati Wetan ini,” kata dia di sela pembagian bantuan di Dusun Tanggulangin.

Mawahib menyebut, walau Ponpes Al-Muayyad sendiri kini tengah mengalami musibah banjir juga, namun pihak Ponpes tetap ingin berbagi kepada sesama masyarakat Kudus yang rumahnya terdampak banjir.

“Hari ini kami menyalurkan sebanyak 5.000 paket sembako untuk sejumlah desa terdampak dan akan berkesinambungan,” ujarnya.

Pihaknya berharap, bantuan yang diberikan setidaknya bisa meringankan kebutuhan para korban terdampak banjir. “Semoga ini bisa sedikit meringankan kebutuhan para warga terdampak banjir,” tandasnya.

Desa Jati Wetan sendiri, kini masih tergenang oleh banjir. Meski demikian ketinggian banjir mulai menyusut lima hingga sepuluh sentimeter dari hari-hari sebelumnya.

Namun, di pengungsian Balai Desa Jati Wetan masih ada sebanyak 336 jiwa dari 106 KK yang masih bertahan.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...