Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Hujan Berhari-hari, Fosil Gajah Purba Bermunculan di Kawasan Patiayam

Fosil gading gajah purbakala yang baru ditemukan di kawasan Patiayam. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Curah hujan tinggi  yang mengguyur beberapa pekan terakhir, membuat tanah di Kawasan Situs Purbakala Pati Ayam terkikis. Alhasil, sejumlah fosil purbakala ditemukan oleh warga di kawasan tersebut.

Fosil-fosil itu ditemukan warga di Dusun Sudo, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margojero, Pati. Bentuknya berupa gading gajah purba. Temuan ini kemudian dilaporkan ke Museum Patiayam untuk diselamatkan.

Tim ekskavasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, dan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran langsung bergerak ke lokasi penemuan.

Kasi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan (Rahmuskala) Disbudpar Kudus Mitta Hermawati mengatakan, ada tiga fosil gading gajah purba yang ditemukan warga di beberapa titik di Desa Wangunrejo. Ukuranya pun berbagai macam.

“Ada yang panjangnya 183 cm, 145 cm dan yang paling kecil 73 cm, dan ada fragmen kecil tulang rusa purba di permukaan tanah,” katanya, Jumat (11/2021).

Fosil gajah purba diamankan di Museum Patiayam untuk direkonstruksi. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Sejumlah fosil yang ditemukan, lanjut dia, sudah dalam kondisi patah-patah. Nantinya fosil tersebut akan dilakukan konservasi dan rekontruksi penyempurnaan bentuk, untuk kemudian di inventarisir menjadi bagian koleksi dari Museum Purbakala Patiayam.

Sementara itu, Konsevator Fosil Museum Patiayam Jamin menjelaskan, dari ketiga fosil yang ditemukan dua di antaranya merupakan satu kesatuan. Yakni pangkal dan ujung gading gajah purbakala. Keduaanya ditemukan di dua titik dengan radius satu meter.

“Jadi karena peristiwa alam keduanya putus dan tergeser. Itu yang 183 cm yang ujung dan yang 145 cm yang pangkalnya, setelah diletiti itu tiap ujungnya diameternya sama. Berarti itu panjangnya satu kesatuan sekitar tiga meter lebih, kalau fosil gajah yang satunya itu sudah beda,” jelasnya.

Rata- rata fosil ditemukan di lapisan Formasi Slumprit. Kurang lebih berusia sekitar 700 sampai 1,5 juta tahun yang lalu atau yang dikenal dengan masa pleistosen.

Selain itu, di akhir tahun kemarin pihaknya juga mengeksevasi fosil gading gajah pubakala yang berbentuk utuh dengan panjang berkisar hampir tiga meter.

“Itu kami lakukan eksevasi bersama BPSMP Sangiran sekitar bulan Desember, selama dua pekan. Itu juga temuan warga yang juga berada di area Perhutani, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus,” tandasnya.

 

 

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...