Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Keluarga Korban Pembunuhan Sekeluarga di Rembang Minta Pelaku Dihukum Mati

Anak korban pembunuha saat memberikan keterangan kepada wartawan. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Rembang – Keluarga korban pembunuhan Anom Subekti dan tiga anggota keluarganya di Desa Turusgede, Rembang mengaku tidak tenang terhadap apa yang sudah dilakukan oleh tersangka. Bahkan pihak keluarga berharap agar tersangka diberikan hukuman mati.

“Harapannya supaya pelaku dihukum, diberi hukuman mati,” kata salah satu anak korban, Tri Bekti Susilo Wisnu Aji usai gelar perkara di Mapolres Rembang, Kamis (11/2/2021).

Wisnu mengaku tidak mengenal siapa tersangka yang sudah membunuh keluarganya itu. Namun, dirinya tetap mengapresiasi petugas kepolisian lantaran sudah mengungkap kasus dengan cepat.

Sementara Danang Dwi Iriawan, yang juga anak korban mengaku tahu dengan tersangka. Namun tidak begitu kenal lebih dekat. Tersangka diakui juga jarang ke rumahnya.

Danang juga tidak mengira bahwa tersangka tega melakukan pembunuhan tersebut.

“Harapannya, ya dihukum seberat beratnya. Nyawa dibayar dengan nyawa,” tegasnya.

Baca: Tersangka Pembunuh Sekeluarga di Rembang Sempat Minum Pestisida Saat Dijemput Polisi

Tersangka, yakni Sumani (43) warga Desa Pragu, Kecamatan Sulang, Rembang saat ini masih terbaring di ICU RSUD Rembang lantaran meminum pestisida ketika hendak dijemput petugas. Bahkan pihak kepolisian juga belum bisa meminta keterangan dari tersangka.

Tersangka diduga telah melakukan pembunuhan terhadap empat orang sekeluarga di Turusgede, Rembang. Yakni Anom Subekti yang merupakan seniman dalang dan pengusaha gamelan. Kemudian istrinya yakni Tri Purwati, anaknya Alfitri Safiyatina, dan cucunya Galuh Lintang Laras Kinanti.

Keempat korban ditemukan di kamar terpisah, yakni Anom bersama anak dan cucunya berada di kamar yang sama. Sementara istri korban berada di kamar terpisah.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...