Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kasus Perceraian Meningkat, Pengadilan Agama Jepara Dapat Tambahan Tiga Hakim Baru

Tiga hakim baru dilantik di Pengadilan Agama Jepara. (MURIANEWS/Budi Erje)

MURIANEWS, Jepara – Pengadilan Agama (PA) Jepara mendapatkan tambahan tiga hakim untuk menangani berbagai perkara. Tiga hakim baru dilantik oleh Ketua PA Jepara, Kamis (11/1/2021) di Aula Kantor Pengadilan Agama Jepara.

Kehadiran tiga hakim baru ini diharapkan bisa membantu dalam penanganan kasus-kasus persidangan di PA Jepara.

Tiga hakim yang dilantik masing-masing adalah Sujadi yang sebelumnya merupakan Hakim Utama Muda di PA Brebes. Di PA Jepara, Sujadi juga akan menjabat sebagai Hakim Utama Muda di PA Jepara.

Selanjutnya Ali Sofan yang sebelumnya berdinas di PA Purworejo akan menduduki jabatan Hakim Madya Utama di PA Jepara. Terakhir Ayep Sholih yang sebelumnya bertugas di PA Muara Saba, Jambi, menduduki jabatan sebagai Hakim Pratama Utama di PA Jepara.

Ketua PA Jepara Abdul Rahim menyatakan, PA Jepara selama ini memang mengalami kekurangan hakim. Kabupaten Jepara, meskipun merupakan daerah kecil, namun kasus-kasus yang terjadi angkanya termasuk tinggi.

Sampai saat ini, PA Jepara memiliki lima hakim, termasuk tiga orang yang baru saja dilantik. Sebelumnya PA Jepara memiliki empat hakim, namun satu orang hakim ke Kudus, sedangkan satu orang hakim lainnya, tengah mengalami sakit sehingga tidak bisa bertugas.

“Jadi tambahan hakim baru yang bertugas di PA Jepara ini tentu saja kami sambut gembira. Sebab selama ini memang kami masih kekurangan hakim. Kasus di Jepara termasuk cukup tinggi. Rasio hakim dan jumlah kasus, sekitar 1:500, atau setiap hakim harus menangani sampai 500 kasus dalam setahun,” ujar Abdul Rahim.

Dijelaskan Abdul Rahim, selama ini untuk penanganan kasus-kasus persidangan, karena kekurangan hakim, formatnya hanya menggunakan hakim tunggal. Mahkamah Agung memberikan izin karena memang PA Jepara kekurangan hakim. Jika menggunakan format majelis hakim maka dibutuhkan hakim lebih banyak lagi, karena dalam setiap persidangan butuh tiga orang hakim.

Sementara itu, Panitera PA Jepara, Tazkiyaturrabihah menyatakan, selama Januari 2021 ini PA Kabupaten Jepara telah menangani cerai gugat sebanyak 129 perkara. Sedangkan untuk kasus cerai talak yang ditangani sudah mencapai 45 kasus.

Dari semua kasus perceraian tersebut sebanyak 110 kasus dipicu karena pertengkaran atau kekerasan dalam rumah tangga. Sedangkan lannya dipicu karena masalah ekonomi.

“Jumlah kasus perceraian di Kabupaten Jepara memang relative tinggi sejak beberapa tahun terakhir. Bulan ini saja sudah ada 129 perkara yang harus kami tangani,” ujar Tazkiyaturrabihah.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...