Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Berawal Nagih Utang, Kakek di Kudus Ini Bawa Pulang Sepeda Kona Langka

Soeyantono mengangkat sepeda MTB merk Kona miliknya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Soeyantono tak pernah menyangka bahwa saat menagih utang seseorang, justru ditawari membawa pulang sepeda mountain bike (MTB) merk Kona asal Jepang, yang kini cukup langka.

Sepeda itu didapatkanya yang pada 1995 lalum dengan harga Rp 1,25 juta. Hingga kini bagian-bagian sepeda itu masih asli. Hanya bagian roda dan rantai saja yang sudah diganti.

Ditemui di kediamannya di RT 1 RW 2, Desa Rendeng, Kudus, Soeyantono menunjukkan sepeda MTB merk Kona. Warnanya abu-abu. Bahannya terbuat dari aluminium.

MURIANEWS mencoba mengangkat sepeda tersebut. Ternyata berat. Berbeda dengan sepeda yang dijual belakangan ini yang lebih ringan.

Di joglo halaman belakang rumahnya, ayah dua anak itu menceritakan awal pertama mendapatkan sepeda MTB merk Kona asal Jepang itu. Dia mengaku tidak sengaja mendapatkannya.

“Tahun 1995 ada seseorang yang utang sama saya Rp 1,5 juta. Saya tagih bilangnya belum ada uang. Terus katanya diganti dengan sepeda itu gimana. Dia baru beli dan memang masih plastikan karena baru dipakai dua kali,” katanya, Kamis (11/2/2021).

Setelah tawar menawar, akhirnya sepeda tersebut disepakati didapatnya dengan harga Rp 1,25 juta. Menurut dia, harga baru sepeda MTB Kona saat itu masih di angka Rp 2 jutaan.

“Ya sudah akhirnya saya bawa pulang sepedanya. Masih asli semua itu onderdil sepedanya sampai sekarang. Hanya roda dan rantainya saja yang saya ganti,” ujar dia.

Baca: Tak Loyo Usai Kena Penyakit Jantung, Goweser 72 Tahun di Kudus Ini Hobi Menaklukkan Tanjakan

Lebih lanjut, kakek kelahiran Kudus, 25 Maret 1949 itu mengaku senang saat itu bisa memiliki sepeda MTB merk Kona. Sebab, di eranya sepeda tersebut terbilang prestisius.

Bahkan di era sekarang ini sepeda tersebut masih dilirik oleh beberapa rekannya saat gowes bareng.

“Pada tahu kalau itu sepeda klasik. Ada sih yang iseng-iseng tanya, dijual enggak. Pada minat cuma tidak saya jual. Karena ada kenangan jalan ceritanya,” terang dia.

Mengingat kondisi sepeda yang sudah tua, dia hanya memakai sepeda tersebut di area lokal Kudus saja. Sedangkan untuk gowes ke luar kota, dia menggunakan sepeda lainnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...