Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Camilan dari Kue Keranjang Ini Cocok Dicoba Saat Imlek, Begini Cara Buatnya

Penjual kue keranjang menunjukkan cara membuat urap kelapa dari kue keranjang. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kue keranjang yang disajikan saat Imlek bisa kembali diolah menjadi berbagai makanan ringan atau camilan. Olahan ini bisa menjadi pelengkap saat berkumpul bersama sanak famili sambil merayakan Tahun Baru Imlek.

Penjual kue keranjang generasi ketiga di toko roti Panjunan Kudus Paulus Andi memberi bocoran cara membuatnya.

Untuk membuat camilan dari kue keranjang, langkah pertama yakni menyiapkan kue keranjang terlebih dahulu. Bahan yang harus disiapkan yakni tepung ketan 10 kilogram, rebusan air gula 10 kilogram, dan perasa makanan.

Untuk perasa makanan kue keranjang, Paulus Andi memilih beragam varian rasa. Ada pandan, frambos, coklat, vanila, dan durian.

Pertama, tepung ketan dan rebusan air gula dicampur terlebih dahulu. Setelah itu diaduk dan dicetak. “Setelah diaduk dan dicetak, dikukus selama enam jam,” katanya kepada MURIANEWS, Kamis (11/2/2021).

Saat adonan sudah terbentuk menjadi kue keranjang, barulah dibuat olahan makanan. Mulai dari urap kelapa, goreng wijen, dan bongko kue keranjang.

Untuk membuat urap kelapa, kue keranjang yang sudah jadi tadi cukup dipotong kecil-kecil. Lalu diurap dengan parutan kelapa.

Untuk goreng wijen, kue keranjang tersebut harus digoreng terlebih dahulu. Setelah itu ditaburi dengan wijen.

Sedangkan untuk membuat bongko kue keranjang, potongan kue keranjang tadi ditambah dengan santan. Setelah itu dikukus dan siap untuk disantap.

Ia juga menjual aneka camilan dari kue keranjang ini. Harga per satu bungkus bongko kue keranjang ini dijual Rp 5 ribu.

Sementara untuk urap kelapa dan goreng wijen dijual mulai dari Rp 4 ribu. Hal ini bergantung banyak sedikitnya jumlah yang diminta oleh konsumen. “Urap kelapa ini bisa tahan sampai dua hari. Karena kelapanya kami kukus dulu,” jelasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...