Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Geger Link Komik Porno di Buku Sosiologi Kelas XII SMA, Ternyata Begini Ceritanya

Ilustrasi

MURIANEWS, Klaten – Temuan tautan (link) situs komik porno berbahasa China oleh civitas pendidik di Jawa Barat membuat geger dunia pendidikan. Link tersebut diketahui tercantum pada buku mata pelajaran Sosiologi Kelas XII SMA.

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGM) Sosiologi Jawa Barat Iwan Hermawan mengatakan buku yang diterbitkan PT Cempaka Putih asal Klaten, Jawa Tengah, tersebut telah lama terbit dan menjadi bahan ajar kurikulum 2016 mata pelajaran Sosiologi bagi SMA.

“Buku tersebut sudah lama terbit dan dia merujuk ke salah satu situs tertentu tentang budaya Sunda, ternyata situs budaya Sunda itu sepertinya sudah tidak aktif dan tidak diurus, sehingga berganti kepemilikannya atau mungkin diretas sehingga menjadi situs komik dewasa, sangat disayangkan,” kata Iwan seperti dikutip Solopos.com.

Lebih lanjut, Iwan menegaskan tak menyalahkan penerbit atau penulis buku tersebut. Sebab  yang ia ketahui, awalnya tautan situs tersebut memaparkan mengenai suku dan budaya Sunda.

Namun, belakangan saat hendak diajarkan ke siswa dengan mengecek tautan tersebut, ternyata malah dialihkan ke situs komik porno.

“Beberapa guru yang penasaran membuka tautan tersebut, bukan menceritakan soal kebudayaan Sunda lagi, ternyata malah komik dewasa,” kata Iwan.

Menindaklanjuti hal itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) akan melayangkan surat ke Kemenkominfo RI untuk memblokir situs tersebut di Indonesia.

Kadisdik Jabar Dedi Supandi membenarkan jika tautan dalam link tersebut merujuk ke situs komik porno berbahasa Mandarin. “Jadi untuk sementara bukunya ditarik dulu ke perpustakaan di sekolah. Tidak akan dimusnahkan, tapi kita minta situs tersebut diblokir saja,” ujar Dedi dalam diskusi Teras Radjiman di kantor Disdik Jabar, Rabu (10/2/2021).

Sementara itu, penerbit mengakui timnya memang mengambil bahan tulisan dari situs tersebut.

“Kami memberikan kepastian bahwa pada saat kami mengunduh materi itu betul-betul ada. Dan seperti apa adanya, bukan seperti yang diberitakan (tautan link porno),” ujar Pimpinan Produksi PT Cempaka Putih, Rudiyanto, di kantornya di Macanan Baru, Kecamatan Klaten Utara, seperti dikutip Detik.com.

Rudiyanto menjelaskan situs yang tercantum pada buku tersebut diambil pada tahun 2014. Saat itu, lanjutnya, situs tersebut dimiliki lembaga yang terkait dengan kebudayaan Sunda.

“Kami mengambil link itu tahun 2014 dan pada waktu itu dimiliki oleh lembaga yang bersangkutan. Kami juga terkejut kok tiba-tiba ada laporan situs saat dibuka kok seperti itu isinya,” lanjut Rudiyanto.

Menurutnya, bisa saja situs tersebut diubah kepemilikannya atau diretas. Jika itu yang terjadi maka bukan tanggungjawab penerbit.

Rudiyanto menegaskan pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Selaku penerbit sudah kontak dengan Kominfo dan menyatakan keberatan. Kominfo langsung proaktif, ini langsung ditanggapi dan sudah masuk penyaringan, sebelum dinyatakan diretas atau apa pun oleh orang,” kata Rudiyanto.

Ditambahkan Rudiyanto sebelum digunakan dan dipasarkan, buku tersebut telah diteliti oleh Kemendikbud. Penilaian tersebut dilakukan pemerintah melalui para pakar sosiologi.

“Buku itu sudah dinilai pemerintah melalui tenaga-tenaga ahli sosiologi. Dan saat itu pun secara detail sudah dicek materi buku itu aman, sampai akhirnya lolos dan layak digunakan siswa,” sambung Rudiyanto.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com, Detik.com

Comments
Loading...