Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tersangka Diduga Kuat Bantai Sekeluarga di Rembang Pakai Sabit dan Benda Tumpul

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menunjukkan sabit yang diduga digunakan untuk membunuh sekeluarga di Rembang. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Rembang – Tersangka pembunuhan empat orang keluarga Anom Subekti di Desa Turusgede, Kecamatan Rembang Kota, diduga kuat menggunakan benda tajam dan benda tumpul untuk melancarkan hasilnya.

Hal ini berdasarkan temuan barang bukti berupa sabit dengan bercak darah di lokasi penemuan mayat korban. Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam konferensi pers di Mapolres Rembang, Kamis (11/2/2021) mengatakan hal ini. Tersangka tersebut diketahui bernama Sumani (43) warga Desa Pragu, Kecamatan Sulang, Rembang.

“Setelah kami melakukan pemeriksaan, darah yang terdapat pada sabit itu identik dengan darah salah satu korban, yaitu Tri Purwati,” katanya.

Selain menggunakan sabit, tersangka juga menggunakan benda tumpul. Karena dari hasil autopsi, empat korban memang mengalami luka akibat benturan benda tumpul.

“Untuk benda tumpulnya, kami masih belum temukan. Masih kami selidiki,” terangnya.

Baca: Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Rembang Dibekuk Polisi

Kemudian dari hasil laboratorium forensik (labfor) di kuku tersangka ada darah yang identik dengan darah korban. Di rumah tersangka juga ditemukan satu unit sepeda motor yang pada bagian setirnya terdapat resapan darah.

“Pada celana tersangka juga terdapat bercak darah, helm tersangka ada bercak darah. Ditemukan juga perhiasan milik korban,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Turusgede, Kecamatan Kota, Rembang digegerkan dengan penemuan empat mayat di rumah yang sekaligus Padepokan Seni Ongko Joyo, Kamis (4/2/2021).

Para korban yakni seniman Anom Subekti, istrinya Tri Purwati. Dua lainnya adalah anak korban yakni Syaidatina dan cucu Galuh.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...