Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Mengenal Filosofi di Balik Lengketnya Kue Keranjang

Kue keranjang yang dicari warga saat Imlek tiba. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kue keranjang lumrah disajikan oleh warga keturunan Tionghoa saat Tahun Baru Imlek. Ternyata di balik lengketnya kue keranjang itu terdapat filosofi.

Lengketnya kue keranjang itu memiliki makna mempererat persaudaraan. Hal ini disampaikan oleh pembuat kue keranjang generasi ketiga di Kudus Paulus Andi.

“Dilihat dari fisiknya kue keranjang itu kan lengket. Dari situ ada maknanya untuk mempererat persaudaraan dan kerja sama,” katanya, Rabu (10/2/2021).

Menurutnya sebagai warga Tionghoa membagikan kue keranjang sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya. Kue keranjang itu nantinya diberikan ke saudara dan relasi.

“Kue keranjang merupakan makanan tradisional yang dibagikan untuk menjaga kekerabatan,” ujarnya.

Biasanya pembagian kue keranjang itu sebelum Imlek hingga 15 hari setelah Imlek. Bagi Paulus Andi, selain membagikan kepada sanak famili, dia juga berjualan kue keranjang.

Kue keranjang yang diproduksi olehnya itu dijual di toko miliknya dan dititipkan di toko-toko yang ada di Kudus. Selain itu dia juga menjual secara online.

Sementara itu salah seorang pembeli kue keranjang, Agustin mengaku tidak tahu filosofi tentang kue keranjang. Namun, dia rutin membeli kue keranjang setiap tahunnya.

“Kalau filosofinya sih enggak tahu ya. Tapi sudah tradisi tiap tahun pasti beli di sini. Ini mau mborong kue keranjang,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...