Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bea Cukai Jateng DIY Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal ke Sumatera, Ditutup Muatan Buah Naga dan Salak

Petugas memeriksa rokok tanpa dilekati pita cukai dengan berbagai merk yang diamankan di Jalan Tol Semarang – Batang KM 389 (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Petugas Kanwil Bea Cukai Jateng DIY berhasil menggagalkan peredaran rokok ilegal di Jalan Tol Semarang – Batang KM 389, Senin (8/2/2021). Rokok tanpa pita cukai itu, diangkut menggunakan sebuah truk yang ditutupi dengan muatan buah naga dan salak.

Saat pembongkaran truk yang dikemudikan EP dan SL (kernet) itu, mengangkut 45 koli rokok atau 720 ribu batang rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) berbagai merk yang tertutup dengan muatan buah naga dan salak. Yang berpotensi merugikan keuangan negara mencapai Rp 482,63 juta.

Saat diperiksa dan menyaksikan pembongkaran barang, Sopir truk berinisial EP tidak bisa menunjukkan dokumen pengangkutan. EP mengaku bahwa dibayar Rp 14 juta untuk membawa muatan yang berisi buah naga, salak dan paket yang tidak diketahui isinya.

Upah yang diterimanya pun menurutnya upah normal untuk mengangkut barang dari Jawa Timur Ke Sumatera.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jateng dan DIY Moch Arif Setijo Nugroho mengatakan, penindakan berawal dari informasi intelijen adanya pergerakan truk yang diduga membawa rokok ilegal dari Jawa Timur ke Sumatera dan melewati Semarang.

“Tim P2 Kanwil Jateng DIY langsung melakukan patroli di Jalan Tol Salatiga Semarang dan Jalan Tol Semarang – Batang,” katanya dalam siaran pers yang diterima MURIANEWS, Selasa (9/2/2021).

Setelah melakukan patroli pemantauan, akhirnya pada Senin (8/2/2021) pukul 04.00 WIB di  Jalan Tol Semarang – Batang KM 389, Semarang, Jateng tim berhasil mendapati truk tersebut dan segera memberhentikan dan melakukan pengecekan.

“Setelah diperiksa truk itu diketahui membawa rokok tanpa dilekati pita cukai senilai Rp 734,4 juta dan ditutup dengan muatan buah,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa pelaku sengaja merekayasa pengangkutanya dengan menutup muatan buah, untuk mengelabuhi petugas. Pelaku juga mencoba memanfaatkan situasi yang tengah banjir di Semarang.

“Pelaku juga memanfaatkan kondisi, berharap petugas lengah melakukan pengawasan. Setelah di akhir pekan kemarin ada penerapan gerakan Jateng di rumah saja,” ucapnya.

Selanjutnya truk, barang hasil penindakan beserta sopir dan kernet dibawa ke kantor Bea Cukai Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatan tersebut, pelaku peredaran rokok illegal dapat dijerat Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Dengan ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling sedikit dua  kali nilai cukai dan paling banyak sepuluh  kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

 

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor : Supriyadi

Comments
Loading...