Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kampung Kebanjiran, Banyak Warga Payaman Kudus Memilih Tak Mengungsi

Warga Payaman Kudus berada di sekitar rumahnya yang tergenang banjir. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Ratusan warga terdampak banjir di Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Mejobo, Kudus masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Padahal banjir yang menggenangi kampung mereka semakin tinggi, berkisar antara 80 hingga 100 sentimeter.

Kepala Desa Payaman Nurhadi mengatakan, dari total 1.258 jiwa yang terdampak banjir di Dukuh Karanganyar, 50 persen di antaranya lebih memilih untuk tetap tinggal di rumahnya masing-masing. Sisanya, ada yang mengungsi di rumah saudara dan di posko pengungsian.

“Karena ada yang rumahnya sudah ditinggikan, ada juga yang ngungsi di tetangga yang rumahnya tinggi dan ada yang banjir sudah masuk tapi masih tidak mau ngungsi,” katanya, Selasa (9/2/2021).

Per hari ini, lanjut dia, diposko pengungsian yang ada di SD 2 Desa Payaman baru ada sekitar 70 pengungsi. Jumlah tersebut berkurang jika dibandingkan dengan hari kemarin yang mencapai 94 orang.

“Memang berkurang, karena kemarin sore ada yang dijemput keluarganya. Dan pindah mengungsi di rumah saudaranya,” ungkapnya.

Sementara salah seorang warga yang memilih bertahan di rumahnya, Sulikah mengaku meski ketinggian air mencapai selutut orang dewasa, dirinya memilih tidak mengungsi. Sebab, anaknya yang masih kecil rewel saat dibawa ke pengungsian.

“Ada anak kecil di rumah  nangis terus sering rewel, ditinggal masak saja sampai nangis. Dari hari Kamis itu airnya terus meninggi,” ujarnya.

Berbeda dengan Kasdi, warga yang lebih memilih untuk mengungsi lantaran merasa akan lebih aman saat berada di posko pengungsian. Meski begitu, dirinya sering menyambangi rumah untuk memastikan barang-barang yang di rumah aman dari banjir.

“Saya sekeluarga ngungsi sama istri, anak, menantu dan cucu total tujuh orang. Pulang kerumah itu kadang, lihat takutnya lemari jatuh terus baju basah semua. Kalau masalah makan di sini cukup sehari tiga kali, malah terkadang malam hari itu dikasih lagi,” tandasnya.

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...