Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Harga Cabai di Kudus Meroket, Rawit Merah Tembus Rp 80 Ribu per Kilogram

Pedagang Pasar Bitingan Kudus menunjukkan cabai yang dijualnya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Harga cabai merah di Kudus mengalami kenaikan cukup drastis. Kenaikan harga ini disebut faktor cuaca. Selain itu kenaikan harga diprediksi karena menjelang Imlek.

Pantauan MURIANEWS di Pasar Bitingan, Selasa (9/2/2021) harga cabai merah naik menjadi Rp 60 ribu per kilogram dari yang sebelumnya Rp 35-40 ribu. Lalu, untuk cabai rawit hijau dari yang sebelumnya Rp 35 sampai Rp 40 ribu kini menjadi Rp 60 ribu.

Harga yang lebih mahal ada pada cabai rawit merah yang menyentuh harga Rp 80 ribu per kilogram. Dari harga sebelumnya Rp 50 sampai Rp 60 ribu.

Salah seorang pedagang di Pasar Bitingan, Aslimah mengaku tidak berani kulak cabai rawit merah terlalu banyak. Sebab, tidak ada peminat.

Sehingga dalam sehari untuk cabai rawit merah tidak bisa habis, bahkan sampai membusuk yang mengakibatkan kerugian.

“Sayuran juga naik semua. Bawang merah sekarang Rp 40 ribu dari yang sebelumnya Rp 35 ribu. Kalau bawang putih stabil dari di harga antara Rp 28 sampai Rp 30 ribu. Tergantung besar kecilnya,” ujarnya.

Menurutnya kenaikan harga terjadi karena faktor cuaca, sehingga barang sulit dicari. Selain itu menurut dia faktor lainnya karena menjelang Imlek. “Stok menjadi tidak stabil. Selain itu biasanya menjelang Imlek juga memang naik,” ujarnya.

Menurut dia, kenaikan harga cabai dan bawang merah, beserta sayuran memengaruhi daya beli masyarakat. Alhasil, pendapatannya ikut menurun.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Sumarni mengatakan harga bahan pokok memang mengalami kenaikan. “Iya bawang juga naik. Terus ini beli tempe setengah potong biasanya Rp 5 ribu sekarang setengah potong seperti ini harganya Rp 6 ribu,” ujar warga Desa Purworejo, Kudus itu.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...