Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Disdikpora Pastikan Sekolah Negeri di Kudus Tak Ada Aturan Seragam Agama Tertentu

Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus Dian Vitayani Winahyu. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah telah mengeluarkan surat keputusan tentang larangan sekolah negeri menerapkan pemakaian seragam dengan atribut agama tertentu.

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, yakni Mendikbud Nadiem Makarim, Mendagri Tito Karnavian, dan Menag Yaqut Kholil Qoumas.

Pemerintah daerah dan kepala sekolah juga diberi waktu 30 hari untuk mencabut aturan jika ada yang mewajibkan ataupun melarang seragam dan atribut dengan atau tanpa kekhususan agama.

Menanggapi hal tersebut Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus memastikan, sekolah negeri yang ada di Kota Kretek di bawah kewenangannya tidak ada regulasi yang mengatur kekhususan agama untuk berseragam.

Sementara terkait instruksi pencabutan aturan, pihaknya juga menegaskan di sekolah negeri di Kudus tidak ada yang bertentangan dengan aturan SKB tersebut.

“Kudus tidak ada regulasi itu, kami masih mengacu pada Permendikbud 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah. Intinya itu masih ada toleransi berseragam, jadi tidak perlu ada peraturan yang dicabut,” kata Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus Dian Vitayani Winahyu, Senin (8/2/2021).

Baca: SKB Tiga Menteri, Sekolah Negeri Dilarang Pakai Seragam Agama Tertentu, Kecuali Aceh

Ia menjelaskan, peserta didik, pendidik dan tenaga pendidikan di lingkungan sekolah berhak memilih menggunakan atribut tanpa paksaan kekhasan agama. Tidak ada, pemaksaan dalam penggunaan atribut atau seragam sekolah.

“Karena itu hak mereka. Contoh saja jilbab, ada yang bawa jilbab ada juga yang tidak meski beragama Islam. jadi berhak memilih, menyesuaikan dengan kenyamanan orangnya masing-masing asalkan masih sesuai dengan ketentuan Permendikbud,” ungkapnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...