Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Warung Terendam Banjir, Nenek di Kudus Ini Kehilangan Penghasilan

Mbah Rumilah berjualan di tengah warungnya yang terendam banjir di Tanggulangin, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Banjir yang tak kunjung surut memberi dampak kepada Mbah Rumilah. Nenek yang tinggal di Dukuh Tanggulangin RT III, RW IV, Desa Jati Wetan, Kudus itu tak dapat berjualan dan kulakan.

Bahkan dagangannya sampai membusuk. Dia tak lagi memiliki penghasilan.

Mbah Rumilah memiliki empat orang anak. Keempat anaknya itu sudah memiliki rumah masing-masing.

Dua anaknya tinggal di Karanganyar Demak, Satu di Desa Honggosoco, dan satunya lagi di daerah Jati, Kudus. Sedangkan suaminya sudah meninggal.

Untuk pendapatan sehari-hari, Mbah Rumilah menggantungkan diri dengan berjualan di warung. Beberapa dagangan yang dijual terdiri dari kebutuhan sehari-hari.

Seperti sabun, sampo, pasta gigi, deterjen, bawang merah, dan dagangan lainnya. Namun, semenjak banjir merendam rumah dan warungnya, dia tidak memiliki penghasilan.

Pengamatan MURIANEWS di lapangan,  warung Mbah Rumilah terendam banjir.  Tingginya hampir selutut orang dewasa. Tampak bawang merah yang dijualnya di atas tampah sudah membusuk.

“Masih jualan tapi nggih namung sak wontene ngeten niki. (masih jualan tapi ya seadanya seperti ini),” katanya, Senin (8/2/2021).

Dia menyebut, tetap memilih berjualan karena enggan merepotkan tetangganya. Dia juga tidak ingin meminta-minta ke tetangga.

Lebih lanjut, perempuan yang kulakan di Pasar Karanganyar Demak itu biasanya mendapatkan penghasilan Rp 200 ribu sehari. Dari uang itu dia gunakan kembali untuk kulakan dan makan sehari-hari.

Tetapi, penghasilan itu didapatnya sebelum adanya banjir. Namun, semenjak terendam banjir yang lebih dari sepekan ini, dia tidak lagi memiliki penghasilan.

Biasane pikantuk rongatus ewu. Saged kagem dahar. Tapi wayah ngeten niki nggih ngandalke jatah bantuan (Biasanya dapat dua ratus ribu. Bisa untuk makan. Tapi kondisi seperti ini hanya mengandalkan jatah bantuan),” terangnya.

Karena banjir yang belum surut, kini nenek ini dirawat di rumah anaknya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Catatan Redaksi: Berita ini telah mengalami penyuntingan ulang pada judul dan isi demi peningkatan kualitas berita.

Comments
Loading...