Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Banjir Meluas, PCNU Pati Dirikan Posko Reaksi Cepat di Enam Kecamatan

Petugas posko reaksi cepat NU Pati. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati membuat enam posko reaksi cepat untuk membantu korban banjir. Langkah itu dilakukan lantaran hingga saat ini desa yang terdampak semakin meluas.

Ketua Posko NU Peduli Ahmad Qosim mengatakan, sejauh ini sudah ada 18 desa di enam kecamatan yang terdampak banjir. Untuk memudahkan penyaluran bantuan, pihaknya pun mendirikan enam posko di masing-masing Kecamatan.

Posko tersebut berada di Kecamatan Jakenan, Juwana, Kayen, Sukolilo, Puncakwangi dan posko induk di Dukuh Ngantru Desa Gajahmati, Kecamatan Pati.

“Kami dari NU peduli saat ini mendirikan posko untuk mengintegrasikan kegiatan sosial yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama. Sebanyak 17 lembaga dan beberapa Banom (Badan Otonom) NU menjadi satu di kegiatan posko peduli ini,” katanya, Senin (8/2/2021).

Dalam pengoperasiannya, Ahmad Qisim mengaku akan fokus pada tiga kegiatan sosial. Yakni pelayanan kesehatan warga yang terdampak banjir, optimalisasi dapur umum, dan reaksi cepat bantuan.

“Untuk kesehatan, kami sudah didukung dari Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), dan juga dari Rumah Sakit Islam (RSI) Pati,” imbuhnya.

Sedangkan untuk dapur umum, tambahnya, dipusatkan di posko tiap kecamatan. Ada juga dapur umum penyangga seperti di pondok pesantren yang dipimpin oleh Kiai Aziz dan di beberapa wilayah Majelis Wakil Cabang (MWC).

“Mereka bahu-membahu untuk menyediakan nasi bungkus. Karena memang terdapat 300-an lebih KK yang rumahnya terendam dan tidak bisa melakukan kegiatan masak-memasak,” terangnya.

Sementara untuk layanan reaksi cepat bantuan ini dikomandoi oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI). Mereka difokuskan untuk memberikan bantuan di lapangan, termasuk penyaluran bantuan.

“Tapi yang paling utama adalah evakuasi warga. Karena banjir ini kan belum surut, kami tetap menyiagakan tim yang berada di lapangan,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...