Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Hari Pertama Jateng di Rumah Saja, Sejumlah Kawasan Wisata di Kudus Sepi

Kawasan Menara Kudus terlihat sepi, banyak pedagang yang menutup tokonya. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Hari pertama penerapan Jateng di Rumah Saja di Kabupaten Kudus terlihat sejumlah tempat wisata sepi, Sabtu (6/2/2021). Objek wisata di Kota Kretek nampak mengikuti aturan untuk menutup operasionalnya selama dua hari.

Dari pantauan MURIANEWS di lapangan hingga pukul 14.00 WIB, kawasan GOR, hingga Menara Kudus yang biasanya dipadati pengunjung nampak begitu lenggang. Pedagang di kawasan Menara pun terlihat banyak yang tidak membuka tokonya.

Salah seorang pedagang busana muslim di Menara Kudus, Najib (57) mengatakan, hari ini pedagang di kawasan Menara memang banyak yang memilih untuk menutup tokonya. Sebab memang ada aturan dua hari di rumah saja.

Selain banyak toko yang tutup, lanjut dia, peziarah yang datang pun sangat sepi dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Sekitar 80 persen pada tutup, yang buka ini ya yang rumahnya jadi satu sama toko. Seperti saya ini jadi satu, akses masuk rumah dan toko jadi satu. Tapi buka pun dari pagi tidak ada pembeli yang datang, sama sekali belum jual barang,” katanya.

Aktivitas di Balai Jagong Kudus lengang saat pemberlakuan Jateng di Rumah Saja hari pertama. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Sementara salah satu tukang foto di Menara Kudus Teguh Harianto mengatakan, hari ini kawasan Menara Kudus memang sangat sepi. Dan sejumlah toko pun banyak yang memilih untuk tidak buka.

“Kemarin masih banyak toko yang buka, ada peziarah juga yang datang. Ini sangat sepi saya saja dari jam enam pagi sampai jam dua siang sama sekali belum cetak foto. Biasanya itu jam segini sudah minimal lima foto kalau kondisi pandemi, kalau sebelum pandemi ya bisa 30 kali cetak,” jelasnya.

Rekan-rekan seprofesinya pun banyak yang memilih untuk pulang. Sebab dari pagi memang sepi peziarah yang datang.

“Biasanya itu ada 10 tukang foto di sini. Ini tadi pada pulang hanya tinggal dua orang saya sama Mas Agus. Ini sangat sepi, biasanya itu tidak pernah kaya gini. Mungkin karena ada aturan dua hari di rumah saja,” ujarnya

Terpisah, Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Mutrikah mengatakan, dari hasil pantauan Satgas Pariwisata berserta instansi lain, tempat wisata, pedagang di kawasan wisata, restoran hingga kafe banyak yang tutup.

“Kebanyakan pada tertib semua. Dari kemarin juga kami sudah sampaikan kepada pelaku wisata bahwa memang untuk protokol kesehatan juga ditekankan. Sepuluh orang satgas pariwisata kami terjunkan untuk terus memantau,” tandasnya.

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...