Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Fakta Baru Pembunuhan Sekeluarga di Rembang, Uang Hasil Jual Gamelan dan HP Hilang

Polisi memasang garis polisi di lokasi pembunuhan sekeluarga di Rembang. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Rembang- Polisi terus mencari barang bukti untuk menemukan pelaku pembunuhan empat orang dalam satu keluarga di Desa Turusgede, Kecamatan Kota, Rembang. Setelah ditemukan adanya sidik jari pelaku, kali ini muncul fakta baru, yakni hilangnya barang serta uang milik korban.

Dalam kasus ini, empat orang menjadi korban yakni Anom Subekti (60) yang merupakan pemilik Padepokan Seni Ongkojoyo, istrinya Tri Purwanti (50). Kemudian anak korban Syaidatina (13) dan cucu Galuh (10).

Salah satu kerabat korban, Sigit Ariyanto mengatakan, sehari sebelum sekeluarga itu ditemukan tewas, sekitar pukul 16.00 WIB, korban mendapatkan uang sebesar Rp 15 juta dari hasil menjual gamelan.

Dari uang tersebut, sebesar Rp 1 juta diberikan kepada anaknya. Sementara sisanya dimungkinkan masih disimpan oleh korban.

“Kalau disimpan di bank (sisa uang yang diberikan kepada anaknya), jelas tidak mungkin, karena bank sudah tutup,” katanya, Sabtu (6/2/2021).

Baca: Pembunuh Sekeluarga di Rembang Diduga Lebih dari Satu Orang, Sidik Jari Ditemukan

Selain itu, salah satu anak korban juga sempat melakukan pencarian HP milik korban. Namun juga tidak ditemukan.

Sigit menduga, korban dibunuh bukan karena unsur dendam, melainkan ada tindak pidana pencurian.

“Yang jelas ini pencurian dan pembunuhan. Karena uangnya hilang, korban terbunuh,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre mengatakan bahwa motif pembunuhan korban adalah unsur dendam. Hal itu dikatakan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi dan barang bukti yang ada.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...