Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sawah Gagal Panen karena Banjir, Begini Cara Cairkan Asuransi Usaha Tani Padi

Areal persawahan tergenang banjir saat panen beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Petani yang tergabung di Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan saat ini mengalami gagal panen akibat terendam banjir, dapat mengajukan klaim. Untuk per hektare lahan padi yang mengalami puso dapat diklaimkan Rp 6 juta.

Petani yang tergabung di AUTP itu nantinya akan didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk mengajukan klaim ke Jasindo.

Kasi Sarpras Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Ratih Rustiyorini menyebut, program ini juga bisa dicairkan untuk tanaman padi yang gagal panen akibat terserang hama, maupun kekeringan. Dikatakannya, ada beberapa tahapan yang dibutuhkan untuk mencairkan AUTP.

“Untuk saat ini kan terdampaknya karena banjir. Mekanismenya kelompok tani yang lahannya terendam banjir bisa lapor ke PPL. Kemudian PLL bersama Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) meninjau ke lokasi,” katanya kepada MURIANEWS, Sabtu (6/2/2021).

Setelah itu, baik PPL maupun POPT melapor ke pihak Jasindo. Nantinya Jasindo akan melakukan pengecekan lapangan.

Dalam hal ini, menurut Ratih, peninjauan ke lahan terdampak banjir harus menunggu air surut terlebih dahulu.

“Karena untuk menentukan luas area yang terendam itu harus saat surut. Karena kalau posisi masih terendam air tidak kelihatan,” terangnya.

Setelah surut akan dilakukan pengecekan kerugian. Penentuan besaran lahan yang mengalami kerugian tidak secara keseluruhan area yang terendam banjir.

“Misalnya masih ada yang bisa berpotensi untuk tumbuh, tidak dihitung kerugian. Jadi misalnya seperti ini dari 25 hektare yang terendam banjir, tidak keseluruhannya dihitung kerugian,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 3.010 hektare lahan pertanian di Kudus terendam banjir. Dari jumlah itu 2.856 hektare di antaranya mengalami gagal panen atau puso.

Lahan yang mengalami gagal panen itu terdapat di lima kecamatan. Kecamatan Undaan paling banyak terendam dengan 1.390 hektare. Diikuti Kaliwungu 530 hektare, Kecamatan Jekulo 475 hektare, Kecamatan Mejobo 399 hektare, dan Kecamatan Jati 216 hektare.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...