Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Banjir Jati Wetan Kudus Meninggi, Puluhan Orang Mengungsi di Balai Desa

Warga terdampak banjir mengungsi di Balai Desa Jati Wetan Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Kudus sedari Sabtu (6/2/2021) dini hari, membuat ketinggian banjir di Desa Jati Wetan, Kabupaten Kudus meninggi. Di sejumlah titik, air bahkan menggenangi sampai dada orang dewasa.

Akibatnya, 64 jiwa dari 18 kepala keluarga (KK) pun mengungsi di Balai Desa Jati Wetan. Kepala Desa Jati Wetan Suyitno menuturkan, gelombang pengungsian mulai berdatangan sejak dua hari lalu dan diperkirakan akan semakin bertambah siang nanti.

Hal tersebut dikarenakan curah hujan yang masih tinggi di Kudus. “Nanti sangat dimungkinkan bertambah lagi, melihat genangan yang makin tinggi dan debit Sungai Wulan yang juga makin penuh,” katanya di lokasi pengungsian, Sabtu siang.

Untuk saat ini, lanjut dia, para pengungsi didominasi dari tiga dukuh. Yakni Dukuh Tanggulangin, Dukuh Barisan, dan Dukuh Gendok.

Soal logistik, katanya, untuk saat ini masih aman. Hanya saja, apabila jumlah pengungsi bertambah banyak, maka dihkhawatirkan lokasi pengungsian tak cukup menampung pengungsi.

Terlebih, tempat lokasi pengungsian kini bersekat dan diberi jarak antarsatu KK dan lainnya untuk menjaga protokol kesehatan (prokes).

“Jika nanti tidak muat, kami sudah siapkan tempat pengungsian lainnya dengan prokes juga,” jelas dia.

Sementara, Indarwati salah satu pengungsi dari Dukuh Barisan menuturkan jika pihaknya bersama keluarga sudah tidak kuat bertahan di rumah. Terlebih genangan air, kian hari kian tinggi dan belum menunjukan tanda-tanda menyurut.

“Sudah tidak kuat, akhirnya memutuskan untuk mengungsi saja, air sudah sampai paha soalnya,” ujarnya.

Pihaknya pun berharap ada pemecahan masalah terkait banjir yang tiap tahun pasti datang ini. Kini dia dan tiga anaknya akan bertahan di pengungsian untuk sementara waktu.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...