Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Gugurkan Kandungan, Pasangan Belia di Batealit Jepara Terpaksa Berurusan dengan Polisi

BA pemuda berusia 18 tahun di Jepara diringkus polisi usai menggugurkan kandungan kekasihnya. (MURIANEWS/Budi Erje)

MURIANEWS, Jepara – Kasus pengguguran kandungan terjadi di wilayah hukum Jepara. Kejadian ini melibatkan pasangan belia, masing-masing berusia 18 tahun dan 16 tahun.

Satuan Reskrim Polres Jepara bahkan sudah melakukan penahanan terhadap pelaku pria. Sedangkan pelaku wanita tidak dikenakan penahanan namun wajib lapor lantaran usiannya masih di bawah umur dan kondisi kesehatannya tidak memungkinkan usai mengalami pendarahan.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Djohan Andika menyatakan, pasangan belia yang terlibat dalam kasus ini masing-masing berinisial BA (18) dan AI (16) yang merupakan warga Kecamatan Batealit, Jepara. Kasus ini terkuak pada Kamis (4/2/2021) malam, setelah adanya laporan ke Polsek Batealit.

Dari penyidikan yang dilakukan, diketahui BA dan AI menjalin hubungan percintaan. BA merupakan seorang remaja yang kebetulan sudah bekerja. Sedangkan AI adalah seorang pelajar di salah satu SMK di Jepara.

“Dua sejoli ini mengaku sudah sejak Mei 2020 lalu, berpacaran. Kemudian mereka mengetahui ada kehamilan dari hubungan yang mereka lakukan. Karena takut, mereka kemudian melakukan pengguran kandungan,” ujar AKP Djogan Andika, Jumat (5/2/2021) di Mapolres Jepara.

Pasangan ini, lanjut Kasat Reskrim, melakukan pengguguran kandungan dengan menggunakan pil. Mereka membeli pil ini melalui online, kemudian digunakan dengan cara dimakan satu demi satu setiap jam.

Dampaknya, pada Kamis (5/2/2021) malam, bayi dalam kandungan AI akhirnya keluar dalam kondisi tak bernyawa. Sedangkan AI diketahui mengalami pendarahan, dan sampai saat ini tengah dirawat di RSUD Kartini Jepara.

“BA sebagai pria yang bertanggung jawab, sudah menjalani penyidikan dan penahanan di Mapolres Jepara. Remaja ini harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya,” ungkapnya.

Sedangkan AI, karena kondisi kesehatannya masih belum stabil, belum sepenuhnya bisa menjalani proses penyidikan. AI juga tidak dikenakan penahanan, namun hanya dikenakan wajib lapor. Selain itu, AI memang masih dibawah umur.

“Bayi yang lahir tapi meninggal dunia usianya sekitar 28 minggu, dan berjenis kelamin laki-laki. Oleh pihak keluarga bayinya sudah dikuburkan. Sedangkan yang kami jadikan barang bukti adalah kain, handphone dan bungkus pil yang digunakan mereka,” tambah AKP Djohan Andika.

Sementara itu tersangka BA mengaku melakukan perbuatan pidana tersebut berdua dengan pacarnya. Hal itu dilakukan karena mereka berdua takut karena terjadi kehamilan di luar nikah dalam hubungan mereka.

Karena takut, mereka pun memutuskan melakukan pengguguran kandungan. Melalui informasi yang didapat dari internet mereka akhirnya membeli pil yang diketahui bisa menggugurkan kandungan. Dengan harga Rp 1,4 juta akhirnya mereka mendapatkan pil sebanyak 9 butir, yang kemudian dimakan oleh AI, pacarnya.

“Saya jual handphone untuk kemudian membeli pil itu. Jumlahnya sembilan butir yang kemudian diminum pacar saya. Sudah sejak Mei 2020 kami berpacaran, dan saling suka. Kami takut, hingga akhirnya kami memutuskan untuk menggugurkan kandungan itu,” ujar BA di Mapolres Jepara.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...