Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PHRI Kudus Ikuti Aturan Jateng di Rumah Saja, Restoran Tutup Hotel Masih Bisa Buka

Ketua PHRI Kudus Tri Suyitno usai beraudiensi dengan Plt Bupati Kudus di Pendapa Kabupaten. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kudus memastikan akan mengikuti instruksi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terkait penutupan restoran dan rumah makan selama kebijakan Jateng di Rumah Saja akhir pekan ini.

Walau memang, sebelumnya mereka mengajukan keringanan untuk tetap beroperasi atau setidaknya masih punya jam operasional selama pemberlakuan Jateng di rumah saja.

“Namun arahan Plt bupati Kudus untuk tetap tutup. Jadi yang restoran ya akan tutup selama dua hari,” ucap Ketua PHRI Kudus Tri Suyitno usai beraudiensi dengan Plt Bupati Kudus HM Hartopo, Jumat (5/2/2021).

Sementara terkait hotel, kata dia, tetap akan beroperasi. Namun khusus untuk ruang pertemuan maupun convention hall  akan ditutup. “Jadi untuk tamu menginap masih bisa,” ujarnya.

Selama pandemi ini sendiri, omzet hotel maupun restoran bisa dikatakan menurun drastis. Tri bahkan menyebut kini pendapatan masuk hanya berkisar 30 persen saja. “Jadi memang penurunannya drastis, bisa 70 persen,” tandasnya.

Semetara Store Manager ADA Swayalan Kudus Setyowati mengatakan, pihaknya akan mengikuti instruksi terkait penutupan swalayan selama akhir pekan ini. “Kami akan mengikuti sesuai surat edaran yang berlaku,” tandasnya.

Diketahui, Diketahui, Pemerintah Kabupaten Kudus tetap akan menutup pasar tradisional di Kabupaten Kudus dalam penerapan kebijakan Jateng di rumah saja pada Sabtu dan Minggu, (6-7 Febuari 2021) akhir pekan ini.

Selain itu, pusat perbelanjaan, tempat usaha, hingga pedagang kaki lima (PKL) diminta libur di dua hari itu. Selain sektor tersebut, pariwisata baik yang dikelola swasta maupun pemetrintah juga diminta untuk sementara tutup.

Sementara terkait aktifitas pabrik, akan diberi kelonggaran terlebih perusahaan yang memiliki mesin yang bekerja 24 jam.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...