Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dua Hari di Rumah Saja, Olahraga Ini Setengah Jam Efeknya Luar Biasa

Plank salah satu gerakan olahraga yang bisa dilakukan saat di rumah. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Jateng di Rumah Saja yang diterapkan pada Sabtu dan Minggu (6-7/2/2021) pekan ini mengharuskan masyarakat untuk berada di rumah. Hal ini bisa dimanfaatkan dengan olahraga ringan demi menjaga kesehatan.

Beberapa olahraga sederhana dapat dicoba masyarakat. Olahraga bisa dilakukan dengan cara senam. Durasi yang dilakukan cukup 15 sampai 30 menit.

Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus dr Dony Wicaksana mengatakan, senam dapat memberikan manfaat dari segi kebugaran. Efek manfaatnya lebih ke paru-paru, jantung, dan otot.

“Maksimal 30 menit saja itu sudah membakar 500-700 kalori. Gerakannya yang ringan-ringan saja. Bisa juga dengan cara melihat Youtube,” katanya kepada MURIANEWS, Jumat (5/2/2021).

Jika ingin olahraga yang lebih membentuk otot tubuh, dr Dony mengarahkan ke workout. Hal ini bisa dicoba dengan push up, sit up, dan plank.

“Untuk skala ringan bisa dicoba dengan durasi 15-20 menit. Kalau intensitas berat durasinya sampai 30 menit. Workout ini manfaatnya lebih membentuk otot tubuh,” ujarnya.

Selain dua olahraga di atas, dr Dony juga memberikan alternatif olahraga lainnya. Bagi yang memiliki treadmill bisa dicoba dengan durasi 30 menit. Jika dilakukan dengan benar, dalam durasi 30 menit itu mampu membakar 700 kalori.

“Treadmill bagus untuk paru-paru, jantung, dan otot kaki. Besar kecilnya kalori yang terbakar bergantung pada durasi dan kecepatan yang dilakukan,” terangnya.

Selain treadmill, bagi yang memiliki sepeda statis juga bisa dicoba. Dokter Dony mengungkapkan, treadmill bagus bagi orang yang memiliki permasalahan pada lutut. Termasuk bagi orang yang memiliki permasalahan pada pengeroposan tulang.

“Kalau yang punya masalah lutut saya sarankan coba sepeda statis. Karena tidak disarankan memilih olahraga lari. Kalau lari akan memberikan beban berlebih pada lutut,” ujarnya.

Menurutnya, sepeda statis memiliki manfaat bagi kebugaran. Selain itu juga memberikan manfaat bagi paru-paru, jantung, dan tulang.

Ia juga mengimbau agar masyarakat melakukan pemanasan sebelum berolahraga. Pun setelah berolahraga agar melakukan pendinginan. Baik pemanasan maupun pendinginan durasinya 3-5 menit.

Perihal protokol kesehatan, menurut dr Dony selagi dilakukan seorang diri boleh berolahraga tanpa menggunakan masker. Namun, ketika dilakukan dengan orang lain, wajib menjaga jarak.

“Karena berolahraga itu berhubungan dengan jantung dan paru-paru. Kalau memakai masker bisa sesak,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...