Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Terendam Banjir, 300 Hektare Padi di Tondomulyo Pati Panen Dini

Petani memanen padi miliknya di tengah kepungan banjir. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Petani Desa Tandomulyo, Kecamatan Jakenan terpaksa melakukan panen dini. Hal itu dilakukan lantaran banjir sudah hampir merendam seluruh tanaman padi yang mulai menua. Selain itu, hujan terus menguyur dan dikhawatirkan debit air yang masuk ke areal persawahan semakin meninggi.

Kades Tondomulyo Nur Yahya mengatakan, lahan persawahan yang sudah terendam banjir seluas 300 hektare. Dari pada tidak terselamatkan, petani memilih panen dini.

“Kalau terendam, kerugian bisa mencapai miliaran. Karena itu, petani memilih memanen padinya,” kata Yahya, Jumat (5/2/2021).

Seharusnya, panen bisa dilakukan pada minggu depan. Dengan waktu yang tepat itu, hasilnya akan jauh lebih baik. Tetapi petani takut kalau airnya semakin meninggi dan padi tenggelam.

Yahya menambahkan, banjir tersebut lantaran meluapnya sungai Juwana. Bukan kali pertama, tetapi areal persawahan desa Tondomulyo itu memang sudah menjadi langganan tahunan.

Petani sebelumnya juga sudah memprediksi kalau akan terjadi banjir, tetapi diperkirakan pada akhir Februari. Sehingga petani tetap menanam padi dengan estimasi panen pada awal Februari.

“Namun, awal Februari malah susah banjir. Mau bagaimana lagi. Kalau sungai meluap, banjir melenyapkan tanaman,” terangnya.

Dirinya berharap agar sungai juwana yang sudah dangkal, segera untuk dilakukan normalisasi. Menurutnya, sebagian besar air melimpah ke lahan petani berasal dari anak sungai Juwana yang melintasi di area sawah tersebut.

“Kami berharap ke depan aliran anak sungai juwana dapat dinormalisasi, supaya ke depan dapat mengurangi debit air yang ada di sungai tersebut,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...