Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Harga Rokok Naik, Tingwe Jadi Alternatif Baru Perokok Jepara

rokok tingwe jadi alternatif di tengah naiknya cukai harga rokok. (MURIANEWS/Budi Erje)

MURIANEWS, Jepara – Naiknya cukai tembakau yang berdampak pada kenaikan harga rokok di awal tahun ini mendapatkan respon dari masyarakat. Di Jepara, respon para perokok terkait naiknya harga rokok cukup beragam. Ada yang bertahan dengan merk rokok kesayangan, namun juga ada yang mengganti pilihan rokoknya.

Di sisi lain, juga muncul trend baru di kalangan masyarakat dalam soal rokok. Mereka kini juga menggunakan rokok tingwe (Melinting sendiri) dengan tembakau eceran yang sekarang mulai banyak dijual jenisnya.

Arwin Pandu (36), warga Kuwasen Jepara, mengaku sudah melakukan perubahan terkait kebiasaan merokoknya. Bahkan sejak covid memberi dampak parah pada pekerjaannya, dirinya sudah melakukan penyesuaian.

Kebiasaan merokok tetap jalan, namun kini dirinya harus mengganti merk rokok kesayangannya. Merk rokok yang biasa dikonsumsinya sudah tak terjanhkau keuangannya. Sehingga dirinya memilih merk lain yang harganya masih mungkin dibelinya.

“Sejak pandemi saya sudah klimpungan soal rokok. Apalagi sekarang harganya malah naik. Saya sudah ganti rokok yang murah. Uang yang ada harus dipentingkan untuk kebutuhan keluarga. Tapi rokok juga tidak bisa ditinggalkan. Sudah terlanjur merokok, tidak bisa mandeg,” ujar Arwin yang bekerja sebagai pemandu wisata di Jepara, Kamis (4/2/2021).

Namun ada juga pecandu rokok yang mencoba tetap menerima kenyataan dengan naiknya harga rokok. Karena perkonomian memang tengah goncang akibat covid, penyesuaian tetap dilakukan.

Sejumlah perokok sedang melinting rokok untuk dikonsumsi. (MURIANEWS/Budi Erje)

Hal itu dilakukan Ari Susanto, warga Pengkol, yang menyiasati dengan melakukan kombinasi dalam memilih rokok. Karena harga naik, Ari memilih cara untuk mengurangi membeli merk rokok kesayanganya. Sedangkan untuk memenuhi hasrat merokok dirinya menambah dengan membeli tembakau, untuk kemudian dijadikan rokok tingwe (melinting sendiri).

“Jadi dengan membeli tembakau tengwe bisa mengurangi rokok yang dibeli. Lumayan untuk selingan, yang penting masih bisa merokok, mesti selang-seling antara tengwe dan rokok bermerk kesayangan,” seloroh Ari Susanto.

Rokok tengwe sendiri saat ini bahkan sudah menjadi alternative pilihan bagi para perokok di Jepara. Berbagai tembakau sudah banyak yang dijual dalam bentuk paketan. Harganya berkisar antara Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu.

Ada yang didatangkan dari Aceh, Temanggung, Lumajang atau Madura. Selain itu juga ada tembakau dari luar negeri. Dengan harga semurah itu, biasanya setiap perokok bisa menggunakannya untuk kebutuhan merokok selama seminggu.

Sukadi, warga Kecapi bahkan mengaku sudah pindah menggunakan rokok tengwe. Pilihan ini dilakukan semenjak pandemi covid terjadi hingga membuat pendapatanya menurun drastis. Sebagai sopir dirinya merasa perlu untuk melakukan penyesuaian agar tetap bisa merokok.

Membeli rokok tengwe akhirnya menjadi alternatif pilihan. Bagaimanapun dirinya mengaku tidak bisa menghentikan kebiasaannya merokok sejauh ini. Meski harus melinting sendiri, rokok tengwe dianggap bisa menjadi solusi.

“Ya bagaimana lagi. Ibaratnya kalau dengan rokok merk yang biasa saya gunakan setiap hari sekitar Rp20 ribu. Lha dengam tengwe dengan harga yang sama bisa dirokok sampai seminggu. Jadi kloplah dengan situasi ekonomi saya saat ini. Masih bisa merokok, itu saja. Nanti kalau ada uang lebih baru beli rokok sukun sekali-kali,” ujar Sukadi sambil tertawa berderai.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...