Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Fondasi Jembatan di Gempol Payung Grobogan Ambrol Terkikis Banjir, Akses Warga Terganggu

Fondasi jembatan kampung Gempol Payung Purwodadi ambrol akibat terkikis banjir. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Akses warga di Kampung Gempol Payung, Kelurahan/Kecamatan Purwodadi, Grobogan, saat ini terganggu. Hal ini menyusul ambrolnya fondasi jembatan yang berada di atas sungai Glugu tersebut.

Dari keterangan warga, fondasi jembatan ambrol pada Rabu (3/2/2021) dinihari. Saat itu, sempat terdengar suara bergemuruh. Setelah dicek, ternyata fondasi jembatan ambrol.

Beberapa hari sebelumnya, kondisi sungai penuh air, dan menyebabkan tanah di bawah fondasi jembatan terkikis air.

Akibat kejadian itu, jembatan dengan panjang sekitar 20 meter dan lebar 2,5 meter tersebut tidak bisa dilewati kendaraan. Bahkan, sebagian warga juga merasa takut untuk melintasi jembatan meski dengan berjalan kaki. Soalnya, mereka khawatir landasan jembatan tiba-tiba ikut ambrol.

Untuk aktivitas sehari-hari, warga terpaksa memutar arah lewat wilayah Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi untuk menuju kota yang jarak tempuhnya menjadi lebih jauh.

Jika lewat jembatan, warga hanya butuh waktu sekitar sepuluh menit menuju kantor Kelurahan Purwodadi.

Lurah Purwodadi Hendro Sutopo menyatakan, pihaknya sudah melaporkan ambrolnya jembatan tersebut kepada pihak terkait. Dia berharap, kerusakan jembatan bisa segera ditangani sehingga akses warga menjadi normal kembali.

“Sudah kita laporkan pada bupati, sekda dan BPBD. Semoga segera ditangani,” katanya, Kamis (4/2/2021).

Hendro menjelaskan, kampung Gempol Payung itu merupakan satu-satunya wilayah Kelurahan Purwodadi yang letaknya berada di seberang sungai. Di kampung itu ada sekitar 70 KK yang terbagi dalam dua RT.

“Jumlah warga disana cukup banyak. Hanya lokasinya memang cukup terpencil karena ada di seberang sungai,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...