Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pasar di Grobogan Buka Setengah Hari Selama Gerakan Jateng di Rumah Saja

Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan membagikan masker ke pedagang pasar. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Pemkab Grobogan siap mendukung pelaksanaan gerakan Jateng di Rumah Saja yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 dan 7 Februari 2021 akhir pekan ini. Meski demikian, dalam pelaksanaannya, sejumlah aktivitas masyarakat masih tetap diperbolehkan dengan ketentuan yang sudah disiapkan.

Salah satunya adalah sektor perekonomian yang masih tetap buka tetapi dengan pembatasan jam operasional.

Hal ini tertuang dalam surat edaran Bupati Grobogan Nomor 360/201/2021 tentang peningkatan kedisplinan dan pengetatan protokol kesehatan pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap II di Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono mengungkapkan, dalam rangka pelaksanaan gerakan Jateng di Rumah Saja pembatasan kegiatan masyarakat diperketat dengan beberapa ketentuan.

Untuk pasar rakyat diperbolehkan buka sampai dengan pukul 13.00 WIB dan Pasar Pagi Purwodadi boleh buka sampai pukul 09.00 WIB. Sedangkan Pasar Agro Purwodadi jam buka mulai pukul 15.00-23.00 WIB.

Untuk pusat perbelanjaan, toko swalayan, restoran, rumah makan, dan kafe diperbolehkan buka sampai dengan pukul 13.00 WIB. Sedangkan untuk angkringan, PKL, dan kegiatan lain yang sejenis diperbolehkan buka sampai dengan pukul 21.00 WIB.

“Untuk destinasi wisata serta pusat rekreasi termasuk karaoke ditutup,” katanya.

Dijelaskan lebih lanjut,  untuk kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara daring. Seangkan kegiatan car free day  tetap dihentikan.

Kemudian, untuk layanan angkutan umum tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan ada pembatasan jam operasionalnya.

Yakni, operasional pelayanan angkutan penumpang perkotaan dan pedesaan dibatasi dengan ketentuan pada pagi hari mulai pukul 06.00-09.00 WIB dan sore hari pukul 15.00-18.00 WIB. Untuk pelayanan angkutan  Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP)  dimulai pukul 05.00-18.00 WIB (pemberangkatan bus terakhir dari asal perjalanan).

“Untuk penutupan ruas jalan tertentu dapat dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 sesuai dengan perkembangan di lapangan  untuk mencegah kerumunan dan menghentikan aktifitas warga masyarakat,” ujarnya.

Sumarsono menegaskan, gerakan tersebut  dikecualikan  bagi  unsur  masyarakat  yang  terkait  dengan sektor  esensial. Seperti  sektor kesehatan,  kebencanaan,  keamanan,  energi,  komunikasi dan  teknologi  informasi,  keuangan,  perbankan,  logistik  dan  kebutuhan  pokok masyarakat,  perhotelan,  konstruksi,  industri  strategis,.  pelayanan  dasar,  utilitas publik dan industri yang  ditetapkan sebagai  objek  vital  nasional.

“Terkait adanya gerakan ‘Jateng di Rumah Saja‘ ini sudah mulai kita sosialisasikan pada masyarakat. Kita harapkan, dengan adanya kebijakan ini, masyarakat akan menjadi lebih tertib dalam menerapkan protokol kesehatan dan penyebaran covid-19 di Kabupaten Grobogan bisa menurun,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...