Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bersih-Bersih Patung Dewa Jelang Imlek di Kudus Berbarengan Jateng di Rumah Saja, Kelenteng Tunggu Keputusan Satgas

Warga membersihkan patung dewa di halaman Kelenteng Hok Hien Bio Kudus tahun lalu sebelum pandemi Covid-19. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus –Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma Hok Hien Bio akan menyelenggarakan bersih-bersih patung dewa dan altar Kelenteng Hok Hien Bio, di Desa Getas Pejaten, Jati, Kudus. Rencananya tradisi menjelang Hari Imlek itu akan diselenggarakan pada Minggu (7/2/2021).

Namun, tradisi itu berbarengan dengan gerakan Jateng di Rumah Saja yang akan dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu (6-7/2/2021) akhir pekan ini. Oleh karenanya, pihak kelenteng tengah  menunggu arahan dari Satgas Penanganan Covid-19 dan Polres Kudus.

Ketua Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Hien Bio Lina Chandra (Tjan Ay Ling) mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu arahan. Dia berharap ada keputusan sebelum hari Minggu.

Sebab, menurutnya kegiatan bersih-bersih kelenteng sudah menjadi tradisi setiap tahun sebagai rangkaian pelaksanaan Imlek.

“Sudah menjadi tradisi kami mulai dari bersih-bersih kelenteng, patung-patung dewa, dan abu yang dipakai sembahyang,” katanya, Kamis (4/2/2021).

Kepada MURIANEWS, Lina menyampaikan ada 26 patung yang nantinya dibersihkan. Terdiri dari 18 patung dewa dan delapan patung pengawal.

“Untuk bersih-bersihnya itu patung kami semprot dengan pembersih, terus kami lap. Untuk patung Dewi Welas Asih biasanya kami rendam dengan air yang sudah kami beri bunga mawar merah, melati, kantil, dan kenanga,” ujarnya.

Menurut dia, pelaksanaan bersih-bersih kelenteng memang dipilih pada hari Minggu. Sebab, banyak pihak yang bisa membantu. Biasanya kurang lebih ada 20 orang.

“Kalau kami menunggu saja nanti izin dari Satgas dan Pak Kapolres seperti apa. Berharapnya sih diizinkan bersih-bersih karena sudah menjadi tradisi. Kalau tidak diizinkan ya kami ngikut saja,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...