Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pengawasan Distribusi Pupuk Bersubsidi Didorong Lebih Ketat

Salah satu kios pupuk lengkap di Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah pusat didorong untuk lebih ketat dalam mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi dari hulu ke hilir. Dengan begitu, pupuk sampai kepada petani dengan tepat sasaran dan minim penyelewengan dalam pendistribusiannya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Abdul Wachid mengatakan, pengawasan memang harus dilakukan sejak hulu dan saat didistribusikan ke hilir.

Apabila pengawasannya sudah baik di hulu dan hilir, pihaknya optimistis tak ada yang namanya penyelewengan pupuk bersubsidi lagi.

“Jika pengawasan pendistribusian pupuk bersubsidi dari hulu hingga hilirnya sudah baik tidak akan ada penyelewengan pupuk bersubsidi,” katanya, Kamis (4/2/2021).

Selain meningkatkan pengawasan, pihaknya juga mendorong pemerintah mengevaluasi keberadaan Kartu Tani yang dinilai menyulitkan petani. Pihaknya pun mengaku dari dulu sudah tidak sepakat dengan progam tersebut.

Alasannya, sambung dia, adalah ketika bencana alam banjir atau apapun yang menyebabkan petani gagal panen, mereka tidak bisa menanam kembali.

“Karena alokasi pupuk bersubsidinya sudah diambil sebelumnya, karena inilah lebih baik diperbaiki saja dari segi pengawasan distribusinya,” kata dia.

Selain itu, politisi dari Partai Gerindra tersebut juga mengatakan regulasi pemberian alokasi pupuk juga harus diubah.

“Terutama untuk petani yang lahan tanamannya tergenang banjir dan dipastikan gagal panen,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...