Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Dari Cat Semprot, Pria di Kudus Ini Hasilkan Karya Lukis yang Cukup Istimewa

Imron Al Farobi menunjukkan teknik untuk mengeringkan lukisannya dengan api. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Deretan lukisan berjejer rapi di ruang tamu kediaman Imron Al Farobi. Pria yang tinggal di Desa Jepang Pakis RT III, RW III, Kecamatan Jati, Kudus itu membuat sendiri lukisan-lukisan itu menggunakan metode spray paint art.

Ada beragam karakter superhero yang dilukisnya. Mulai dari Spiderman, Batman, Iron man, dan Deadpool. Sisanya merupakan lukisan pemandangan. Hasilnya cukup istimewa. Total ada 13 lukisan yang berjejer rapi di ruang tamunya.

Sejak memulai melukis dengan metode spray paint art di 2017 lalu, secara keseluruhan ada lebih dari 100 lukisan yang dibuat oleh pria kelahiran Kudus, 17 April 1983 itu. Ukuran kanvasnya beragam. Ada yang 46 cm x 60 cm, ada juga yang berukuran lebih besar 60 cm x 75 cm.

Metode ini dipilihnya lantaran lebih mudah dan cepat jika dibandingkan melukis dengan menggunakan cat minyak.

Selain itu untuk satu botol warna cat semprot bisa digunakan hingga empat kali lukisan. Hal itu bergantung dengan penggunaan.

Spray paint art ini lebih mudah. Utamanya bagi pemula. Selain itu durasi melukisnya juga tidak lama. Paling cepat 10 menit. Paling lama satu jam,” katanya saat ditemui MURIANEWS, Rabu (3/2/2021).

Selain mudah dan cepat, peralatan yang digunakannya juga tidak terlalu banyak. Sebab, hanya membutuhkan cat semprot, pisau palet, kuas, dan kanvas.

“Sejauh ini yang paling sering saya buat itu lukisan superhero, pemandangan alam, dan luar angkasa,” terangnya.

Kendati sering melukis, pria yang hobi sepak bola itu tidak pernah menargetkan jumlah lukisan yang harus dibuat dan harus terjual. Sebab, saat ini dia sudah bekerja sebagai karyawan di PLTU Jepara.

“Enggak ngoyo jual. Misal ada yang tertarik membeli ya monggo. Kadang jual impas, kadang ya gak ambil untung. Kalau paling mahal dulu ngejual Rp 350 ribu tapi itu termasuk piguranya,” ujar dia.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...