Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Stok Logistik untuk Korban Banjir Menipis, Pemkab Kudus Minta Bantuan Swasta

Warga melintas di jalan yang terendam banjir di Desa Setrokalangan, Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengonfirmasi stok logistik pangan untuk menyuplai kebutuhan pangan korban bencana alam banjir di sejumlah desa di Kabupaten Kudus mulai menipis.

Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kini tengah meminta bantuan kepada sejumah perusahaan di Kudus untuk turut memenuhi kebutuhan logistik para korban banjir. Terlebih, banjir kini tengah meluas dan curah hujan di Kota Kretek belum juga turun.

“Dari Dinsos dan BPBD stoknya mulai menipis, dari camat juga kami instruksikan untuk menghubungi stage holdernya masing-masing,” ucap Hartopo, Rabu (3/2/2021).

Hartopo mengatakan, pihaknya bahkan menelpon secara langsung sejumlah perusahaan untuk turut terjun dan membantu menyuplai logistik korban bencana banjir di sejumlah desa di Kudus.

“Hari ini semua perusahaan drop logistik. Karena ini sifatnya sangat mendesak dan dibutuhkan masyarakat, mulai Sukun, Djarum, Pura, Nojorono,” lanjut dia.

Para camat di wilayah terdampak banjir, lanjut Hartopo, juga langsung diinstruksikan untuk segera membuat dapur umum di lokasi pengungsian. Hal tersebut dikarenakan masyarakat mulai kesulitan beraktivitas karena rumahnya tergenang.

“Kami perintahkan untuk segera membuat kemarin, walau memang ada yang belum membuat dapur umum, tapi hari ini baru efektif,” tegas dia.

Pihaknya pun menjamin akan terus mengupayakan pencukupan kebutuhan logistik bagi masyarakat terdampak banjir. “Saya lobi-lobi sendiri nanti, karena ini berkaitan dengan masyarakat,” tandasnya.

Baca: Warga Terdampak Banjir di Kudus Masih Enggan Mengungsi

Diketahui, Ratusan warga di sejumlah desa di Kabupaten Kudus yang terdampak banjir kini masih bertahan di rumah dan enggan mengungsi. Padahal, curah hujan di Kota Kretek terbilang masih tinggi.

Yang paling parah, adalah di Desa Setrokalangan, Desa Kedungdowo, Desa Banget, dan Desa Blimbing Kidul di Kecamatan Kaliwungu. Serta di Desa Jati Wetan dan Pasuruhan Lor di Kecamatan Jati.

Banjir di lokasi tersebut, dimungkinkan baru bisa surut saat debit Sungai Wulan mulai turun.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...