Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Banjir Kudus, BPBD Sebut Ketersediaan Perahu Karet Masih Mumpuni

Anak-anak bermain air saat terjadi banjir di Dukuh Kauman, Desa Ngembalrejo, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus memiliki enam perahu karet. Jumlah itu dirasa masih cukup untuk menujang penanganan banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kudus.

Terlebih ada sejumlah organisasi dan lembaga yang juga menyediakan perahu dalam mendukung penanganan kebencanaan di Kudus.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Budi Waluyo ada empat kecamatan di Kudus yang sering terjadi banjir. Meliputi Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Jati, Kecamatan Undaan, dan Kecamatan Mejobo.

“Kami juga dibantu perahu karet yang dimiliki oleh TNI, Polri, BPSDA, dan MDMC Muhammadiyah. Jadi sejauh ini masih aman,” terangnya kepada MURIANEWS, Rabu (3/2/2021).

Menurutnya, kebutuhan perahu karet disesuaikan dengan wilayah yang terdampak banjir. Dalam hal ini tidak setiap wilayah yang terkena banjir harus disediakan perahu karet.

Wilayah banjir yang membutuhkan perahu karet yakni ketika tidak dapat dilewati dengan kendaraan lantaran air yang begitu tinggi. Pun terkait jumlah perahu karet di area banjir juga disesuaikan dengan kebutuhan.

“Kalau cakupan wilayah yang terdampak banjir tidak besar, satu perahu karet sudah cukup. Tapi kalau untuk Dukuh Karangturi (Desa Setrokalangan, Kaliwungu) karena wilayahnya luas dan aksesnya terganggu, kami sediakan tiga perahu karet,” terang dia.

Banjir: Warga Terdampak Banjir di Kudus Masih Enggan Mengungsi

Lebih lanjut, dia menyampaikan sejauh ini perahu karet memiliki fungsi sebagai evakuasi warga terdampak banjir. Selain itu perahu karet digunakan sebagai penyaluran logistik.

“Untuk perahu karet yang ukuran besar bisa memuat enam orang. Sedangkan untuk perahu karet ukuran kecil bisa dinaiki empat orang. Kalau standarnya harus tahan benturan dan memiliki keseimbangan yang baik,” ujarnya.

Mengingat situasi banjir yang masih terjadi di beberapa titik di Kudus, Budi Waluyo mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Terutama saat curah hujan sedang tinggi.

“Warga yang dekat tanggul kami minta waspada. Supaya ketika terjadi situasi darurat segera tertangani. Kemudian bagi warga hindari berada di area pohon yang rindang,” tandasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...