Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Warga Dorang Jepara Gunakan Rakit Gedebok Pisang untuk Transportasi di Tengah Kepungan Banjir

Warga Dorang Jepara menggunakan rakit dari gedebok pisang untuk menyebrangi banjir. (MURIANEWS/Budi Erje)

MURIANEWS, Jepara – Berhari-hari terkepung banjir, warga masyarakat Desa Dorang mulai mendapatkan cara untuk tetap bisa melakukan mobilitas. Meskipun terkepung banjir, mereka tetap berusaha menyikapinya dengan segala daya.

Sehingga kegiatan-kegiatan penting yang harus mereka lakukan masih bisa dilaksanakan, meski harus berhadapan dengan genangan air cukup tinggi.

Kendati terkepung air dalam beberapa hari terakhir, sebagian warga Dorang memang masih bertahan di rumah masing-masing. Beberapa warga bahkan masih berusaha untuk tetap menjalani hari-harinya seperti biasa.

Warung-warung yang biasa menjual berbagai kebutuhan pokok, bahkan masih ada yang melayani kebutuhan warga. Dengan menggunakan rakit yang dibuat dari pohon pisang, warga menggunakannya untuk keperluan mobilisasi.

Pambudi, salah seorang warga menyebutkan, beberapa warga menggunakan rakit dari pohon pisang untuk beberapa keperluan. Di antaranya adalah untuk mengangkut harta benda yang perlu untuk diselamatkan.

Menurutnya, beberapa warga sudah mulai membawa kendaraan roda duanya keluar dari kepungan banjir. Mereka menitipkan hartanya ke saudara atau kenalan di luar wilayah yang terkena banjir. Caranya dimuat dengan menggunakan rakit gedebok pisang ini.

“Karena situasinya yang belum menunjukan tanda-tanda membaik, banyak warga yang sudah mengungsikan kendaraan roda dua mereka. Kalau sampai terendam kan malah eman-eman. Jadi sementara waktu sudah ada yang dititipkan di luar wilayah banjir,” ujar Pambudi, Rabu (3/2/2021).

Sementara itu, M Zainudin, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara menyatakan, beberapa mobil milik warga sudah ada yang terendam air. Mungkin karena mereka tidak sempat melakukanya, pada saat sebelum air meningkat ketinggiannya. Oleh pemiliknya, beberapa mobil yang terendam dibiarkan saja sementara waktu.

“Ada beberapa mobil yang sempat terendam air. Memang warga tetap tidak mau diungsikan. Mereka memilih bertahan meski lingkungannya terkepung banjir. Sampai saat ini, hanya para ibu-ibu dan anak-anak, ada yang diungsikan ke wilayah di luar banjir,” ujar M Zainudin.

Sampai Rabu (03/2/2021), genangan air masih terjadi di wilayah banjir Desa Dorang. Pada Selasa (2/2/2021) malam diketahui air sempat menyusut ketinggiannya. Sampai siang ini ketinggian air bahkan berkurang cukup drastis, sekitar 50 persen, dibandingkan hari sebelumnya.

Meski begitu, warga masih belum bisa sepenuhnya bisa beraktifitas seperti biasa. Selain itu melihat cuaca yang masih menunjukan mendung tebal, berbagai kemungkinan masih bisa terjadi

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...