Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Viral Keranda Jenazah di Kudus Dinaikkan Perahu Terjang Banjir

Tangkapan layar keranca melewati banjir dengan perahu. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus –  Beredar dua video memperlihatkan sebuah keranda jenazah yang dinaikkan di atas perahu yang diikuti oleh sejumlah warga menerobos banjir.  Dua video tersebut masing-masing berdurasi 16 dan 30 detik, dan ramai di media sosial.

Di video pertama, nampak seseorang yang merekamya dari samping keranda jenazah yang berada di sebuah perahu yang bertuliskan TNI AD berwarna hijau.

Di video kedua, nampak dari posisi belakang keranda jenazah tersebut menerobos banjir dengan sejumlah warga yang mengiringinya.

Diketahui video tersebut diambil di lokasi banjir di Kecamatan Kaliwungu Kudus. Tepatnya di perbatasan antara Desa Setrokalangan dan Desa Kedungdowo.

Saat dikonfirmasi, Kades Setrokalangan Didik Handono membenarkan kejadian yang ada dalam video tersebut. Jenazah yang akan dimakamkan bernama almarhum Sobyah (70)  yang tinggal di perbatasan antara Desa Setrokalangan dan Desa Kedungdowo.

“Jadi warga banyak yang menyebut itu Desa Setrokalangan, lokasinya kalau dari jalan raya itu masuk jauh hampir sampai di Balai Desa Setrokalangan. Tapi sebenarnya masuknya Desa Kedungdowo,” katanya saat dihubungi MURIANEWS , Selasa (2/2/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, almarhum meninggal sekitar pukul 06.00 WIB dan kini jenazah juga sudah dimakamkan. Almarhum meninggal dikarenakan kondisi yang sudah tua.

“Pemakamanya tadi sekitar pukul 10.00 WIB. Beliau memang sudah tua, bisa dibilang sakit tua,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kondisi jenazah yang dinaikkan sebuah perahu, lantaran kondisi sekitar tempat tinggal tergenang banjir cukup. Sehingga mengharuskan jenazah dinaikkan perahu agar tetap aman.

“Jenazah dimakamkan di Desa Kedungdowo. Di Desa Setrokalangan ada tiga tempat pemakaman. Tapi semua tergenang banjir, jadi tidak bisa untuk dimakamkan,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya mengatakan di Desa Setrokalangan volume banjir sudah cenderung menurun. Meski hanya turun sekitar 5 hingga 7 sentimeter.

“Ini sudah berangsur surut, tapi masih cenderung tinggi. Berkisar 10 cm sampai 1,5 meter bahkan ada yang lebih tinggi,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...