Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sudah Ngebet, ABG Cantik Berusia 12 Tahun di Sragen Nikah Dini

Ilustrasi (Pixabay)

MURIANEWS, Sragen – Seorang ABG cantik berusia 12 tahun di Sragen diketahui memilih nikah dini. ABG yang belum lulus SMP itu memilih menikah dengan pemuda berusia 17 tahun. Pasangan asal Kecamatan Sukodono ini diketahui sudah melangsungkan pernikahan pada akhir 2020 lalu.

Padahal, sesuai UU No. 16/2019 tentang Perubahan Atas UU Nomor 1/1974 tentang Perkawinan, batas usia pria dan wanita yang akan menikah minimal 19 tahun. Sebelumnya, batas usia menikah bagi pria adalah 19 tahun dan wanita 16 tahun.

Baca: Duh! Tiap Hari Ada Enam Janda Baru di Jepara

“Sesuai administrasi kependudukan, usia pengantin wanita saat itu baru 12 tahun. Sementara pengantin pria sekitar 17 tahun. Pernikahan mereka sudah berlangsung tahun lalu,” ujar Kepala Desa Karanganom, Wasijo seperti dikutip Solopos.com, Selasa (2/2/2021).

Meski sesuai administrasi kependudukan usia pengantin wanita tercatat 12 tahun, tetapi kemungkinan lebih tua beberapa tahun. Wasijo menduga ada kekeliruan informasi terkait usia pengantin wanita sebagaimana tertuang di administrasi kependudukan.

Baca: Banyak yang Hamil Duluan, Permintaan Dispensasi Nikah di Kudus Meningkat Tajam

“Yang pengantin pria saat itu lulusan MTs dan sudah bekerja. Sementara pengantin wanita sekarang masih duduk di bangku SMP, mau lulus,” papar Wasijo.

Wasijo menjelaskan sebelumnya KUA Sukodono bersama Pemcam Sukodono dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KB-P2A) Sragen sudah memberi penyuluhan kepada kedua pasangan untuk menunda nikah.

Akan tetapi, keduanya merasa sudah mampu membina rumah tangga sehingga ngebet sekali untuk menikah. Akhirnya, mereka mengajukan sidang dispensasi kawin ke Pengadilan Agama (PA) Sragen. Hasilnya, majelis hakim PA Sragen mengabulkan dispensasi kawin itu dengan catatan khusus, sehingga terjadi pernikahan dini.

Baca: Unggah Video Mesum dengan Selingkuhan di WA, Camat di Wonogiri Dicopot dan Ditahan Polisi

“Catatannya, keduanya dibolehkan menikah tapi harus menunda kehamilan. Kalau hamil tentu berisiko karena usia pengantin wanita belum matang. Jadi, sampai sekarang mereka belum punya anak,” jelas Wasijo.

Kepala KUA Sukodono, Sugiman, mengatakan terdapat sekitar enam pengajuan dispensasi kawin sepanjang 2020 lalu, salah satunya pasangan pengantin asal Karanganom. Menurutnya, keputusan terkait permohonan dispensasi kawin itu berada di tangan majelis hakim PA Sragen. Dia menilai ada banyak pertimbangan mengapa dispensasi kawin itu dikabulkan.

“Informasi yang saya dapat, orang tua keduanya sudah dibuat pusing karena si pria kerap membawa kabur si wanita sebelum menikah. Mereka ngebet sekali menikah. Ada kekhawatiran kalau tidak segera dinikahkan malah terjadi kehamilan di luar nikah. Semua dibuat bingung karenanya,” ujar Sugiman.

Baca: Tak Malu Jualan Sayur, Alasan Gadis Cantik Pati Ini Bikin Orang Terenyuh

Sementara itu, pejabat humas PA Sragen, M Harits, mengatakan tidak ada batas usia minimal bagi anak remaja untuk mengajukan permohonan dispensasi kawin. Selama ia berusia di bawah 19 tahun dan ingin menikah, maka dia wajib mengajukan permohonan dispensasi kawin ke pengadilan agama.

Bila dispensasi kawin itu dikabulkan oleh majelis hakim, kata dia, berarti pasangan pria dan wanita itu dianggap sudah mampu untuk membina rumah tangga meski usia mereka di bawah 19 tahun.

“Mampu di sini tidak hanya menyangkut si pria sudah bekerja atau belum, tetapi juga menyakut masalah mental. Biasanya majelis hakim akan menguji kemampuan dia dengan sejumlah pertanyaan. Semacam fit and proper test. Tidak hanya kepada yang bersangkutan, tetapi juga kepada saksi dan orangtua mereka,” terang Harits.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...