Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Dituding Sunat Bantuan Pekerja Seni, PAMMI Kudus Ancam Lapor Polisi

‎Penasihat Hukum PAMMI Kudus, Didik Tri Wahyudi‎ ‎dan Ketua PAMMI Kudus Sony Sumarsono, menunjukkan daftar penerima bantuan pekerja seni. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Kudus dituding memotong uang bantuan pekerja seni yang diberikan Bank Jateng melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus.

Tudingan itu sendiri, diucapkan salah satu perwakilan komunitas Vokal Kudus (Voku), ‎Irma Glow. Dia menuding, PAMMI tidak adil dalam membagikan uang bantuan senilai Rp 12 juta pada 12 paguyuban di bawah naungan PAMMI.

PAMMI hanya membagikan uang sebesar Rp 500 ribu pada setiap paguyuban. Padahal menurutnya, jika dibagi rata, masing-masing paguyuban mendapatkan uang senilai Rp 1 juta.

Terkait hal tersebut, Penasihat Hukum PAMMI Kudus Didik Tri Wahyudi menegaskan, pembagian dana bantuan bagi pekerja seni tersebut sudah sesuai arahan Dinas Budpar Kudus. Selain itu, laporan pertanggungjawabannya (LPJ) juga lengkap.

“Pernyataannya itu mengandung penghinaan dan fitnah. Untuk itu, kami menunggu permintaan maafnya dalam waktu 3×24 jam. Jika tidak meminta maaf akan diajukan ke ranah hukum dan melaporkannya ke kepolisian,” kata dia Senin (1/2/2021).

Sementara Ketua PAMMI Kudus Sony Sumarsono mengatakan, sebelum membagikan dana bantuan tersebut, pihaknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan Disbudpar Kudus.

Pada awalnya, kata dia, semua dana bantuan hendak dimasukkan sebagai kas PAMMI Kudus. Namun, karena banyaknya pekerja seni yang terdampak pandemi Covid-19, akhirnya setelah dirembug dengan pengurus diputuskan masing-masing komunitas memperoleh bantuan ‎Rp 500 ribu.

“Kami salurkan ke sepuluh paguyuban di bawah naungan kami. Ada dua yang memang belum menerima karena tidak laporan pada kami, yakni komunitas sound dan syuting,” rinci dia.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya menyiapkan anggarannya, meskipun sampai saat ini dua komunitas tersebut masih belum datang ke PAMMI Kudus.

“Mereka tinggal datang saja, kami sudah siapkan sedari awal,” tandasnya.

Sementara Humas DPD PAMMI Jateng Havid Sungkar menyarankan agar bisa melakukan mediasi terlebih dahulu kepada pihak yang terkait.

“Jika dalam mediasi tidak ditemukan penyelesaian, silahkan dilanjutkan ke ranah hukum karena sudah menyangkut nama baik PAMMI. Apalagi PAMMI merupakan organisasi resmi yang kepengurusannya dari pusat sampai daerah ada di seluruh Indonesia,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...