Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tanggul Jebol Dampak Luapan Sungai Lusi di Klampok Grobogan Mulai Ditangani

Penanganan tanggul jebol di Desa Klampok, Kecamatan Godong mulai dilakukan. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Ruas tanggul jebol di sejumlah titik yang disebabkan luapan air Sungai Lusi di Grobogan mulai ditangani oleh dinas terkait dibantu masyarakat dan relawan. Salah satunya adalah tanggul jebol di Desa Klampok, Kecamatan Godong.

Penanganan sudah bisa dilakukan seiring sudah berkurangnya volume air yang melewati ruas tanggul jebol tersebut. Sebelumnya, upaya penanganan cukup sulit dilakukan karena derasnya arus yang melewati ruas tanggul jebol tersebut.

Adanya tanggul jebol akibat naiknya elevasi sungai beberapa hari lalu, mendapat perhatian serius dari Bupati Grobogan Sri Sumarni. Terkait kondisi itu, Sri meminta agar penanganan tanggul jebol dilakukan secepatnya.

“Saya sudah minta kepada dinas terkait untuk segera menangani tanggul-tanggul yang jebol. Soalnya, kalau tidak segera ditangani bisa berpotensi memicu banjir lagi mengingat kondisi cuaca diperkirakan masih sering hujan dalam beberapa hari kedepan,” katanya, saat meninjau tanggul jebol di Desa Klampok, Senin (1/2/2021).

Menurut Sri, pananganan tanggul sungai-sungai besar yang ada di wilayah Grobogan itu memang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Meski demikian, dari Pemkab Grobogan juga akan siap mendukung upaya penanganan guna mencegah terjadinya bencana.

“Upaya penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan satu pihak saja. Tapi perlu melibatkan berbagai instansi terkait serta peran serta masyarakat,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih menyatakan, akibat luapan Sungai Lusi beberapa hari lalu sempat mengakibatkan 845 rumah warga kebanjiran. Lokasi banjir ini berada di 10 desa yang tesebar di empat kecamatan.

Selain itu, dampak luapan sungai Lusi juga mengakibatkan tanggul jebol di sejumlah titik. Salah satunya yang paling parah adalah tanggul di Desa Klampok, Kecamatan Godong. Di mana, panjang jebolan mencapai 10 meter, lebar empat meter dan kedalaman dua meter.

“Selain itu, dampak luapan Sungai Lusi juga menggenangi areal persawahan yang ada tanaman padinya. Luas sawah yang tergenang ada 1.665 hektare yang tersebar di 23 desa di tujuh kecamatan,” katanya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...