Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kios Pupuk di Kudus Tak Diperbolehkan Jual Pupuk Secara Paket

Salah satu kios pupuk lengkap di Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Para penyalur pupuk di Kios Pupuk Lengkap (KPL) di Kabupaten Kudus tidak diperbolehkan utuk menjual pupuk bersubsidi dan nonsubsidi secara paket. Walau memang, para KPL diwajibkan untuk menjual pupuk selain pupuk bersubsidi.

“Mereka memang diwajibkan jual pupuk nonsubsidi, tapi tidak boleh dijual secara paket dengan yang bersubsidi,” kata Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno, Jumat (29/1/2021).

Penjualan secara paket sendiri, kata Imam, sebenarnya tak perlu dilakukan para KPL. Pasalnya, jumlah kebutuhan petani akan pupuk biasanya akan lebih dari kuota pupuk bersubsidi yang akan petani terima.

“Jadi tidak usah takut untuk tidak laku hingga menjualnya secara paket,” ujarnya.

Para KPL justru diharapkan untuk turut menyosialisasikan penggunaan pupuk nonsubsidi yang kualitasnya bisa dibilang setara atau malah lebih unggul dari pupuk bersubsidi.

“Dengan begitu petani juga bisa membeli pupuk nonsubsidi apabila kuota pupuk bersubsidinya sudah habis,” terangnya.

Sementara apabila didapati laporan, pihaknya pun siap untuk menegur KPL yang melakukan hal tersebut. “Jika memang ada bukti, beritahu kami, kami akan tindak,” jelas Imam.

Dihubungi terpisah, Anggota Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Abdullah Muttaqin memang menegaskan para KPL dilarang untuk menjual pupuk secara paket.

“Sudah ada surat edarannya, mereka (KPL) tak boleh memaksaan penjualan secara paket kepada para petani,” sambung dia.

Pihaknya juga mendorong para KPL untuk mengedukasi petani terkait keunggulan pupuk nonsubsidi.

Karena sampai saat ini, petani memang gemar dengan pupuk bersubsidi yang tergolong murah. “Jadi nanti ada peningkatan dalam hal hasil produksinya,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...