Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

SMKN 1 Purwodadi Bangun Minimarket Buat Pembelajaran Bisnis Siswa

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Sugiyanto meresmikan minimarket Kawan Mart milik SMKN 1 Purwodadi. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – SMKN 1 Purwodadi menggelar grand opening operasional minimarket milik sekolah yang diberi label Kawan Mart. Lokasi minimarket ini ada di bagian depan, tepatnya di sebelah utara pintu masuk sekolahan yang terletak di Jalan Diponegoro Purwodadi, Grobogan itu.

Minimarket itu diresmikan penggunaannya oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan  Wilayah IV Sugiyanto. Selanjutnya, minimarket itu nantinya akan dijadikan bisnis center untuk sarana belajar dan menimba pengalaman para siswa.

Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto mengungkapkan, sebelumnya, Dirjen Vokasi Kemendikbud telah menggulirkan program pusat keunggulan atau Center Of Exellen (COE). Di mana sekolah diminta untuk mengembangkan pusat keunggulan pada salah satu kompetensi keahlian yang dimiliki.

Pada sisi lain, kepala sekolah dituntut mampu mengembangkan usaha di sekolah dan  mendapat posisi sebagai chief exellen officer (CEO).

Dijelaskan, mengacu pada kedua aspek tersebut, maka hal utama yang dikembangkan sekolah ada dua hal. Yaitu, bisa mengembangkan bisnis dan mampu membuat pusat keunggulan.

Sebagai tindak lanjut program tersebut maka di SMKN 1 Purwodadi dipilih kompetensi keahlian yang dijadikan sebagai pusat keunggulan adalah bisnis daring dan pemasaran (BDP).

“Adapun bentuk usaha yang dipilih adalah penjualan (toko) yang diberi nama Kawan Mart. Pendirian toko ini kita lakukan bekerja sama dengan pihak ketiga. Kawan Mart ini nantinya kita jadikan untuk pusat pelatihan siswa agar dapat praktik secara langsung. Dengan konsep ini, kami ingin agar pembelajaran siswa bisa langsung diaplikasikan pada kehidupan nyata di masyarakat,” ungkapnya, Kamis (28/1/2021).

Adapun pengembangan ke depan sebagai bentuk kontribusi pihak ketiga ke sekolah direncanakan akan dibuka kelas industri sehingga terjadi kolaborasi antara dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dengan pihak sekolah.

Antara lain meliputi sikronisasi kurikulum, peningkatan kompetensi guru, peningkatan karakter siswa, guru tamu dari industri, sertifikasi kompetensi siswa, dan penyerapan alumni.

“Kompetensi yang menjadi target adalah siswa mampu mengembangkan bisnis zaman kekinian. Yaitu, mampu mengembangkan bisnis, baik secara offline maupun online,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...