Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Angka Kemiskinan Jepara Diklaim Paling Rendah Keempat se-Jawa Tengah

Bupati Jepara, Dian Kristiandi. (MURIANEWS/Budi Erje)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara mengklaim menjadi wilayah yang memiliki angka paling rendah keempat se-Jawa Tengah. Hal ini disampaikan sendiri oleh Bupati Jepara Dian Kristiandi, dalam Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jepara 2022.

Forum yang juga dijadikan sebagai ajang Musyawarah Perencanaan Pembangunan 2021 ini, digelar di Gedung Shima, Kamis (28/1/2021).

Dalam kesempatan itu Dian juga menyatakan, Kabupaten Jepara menjadi yang paling rendah angka kemiskinannya, untuk kategori Kabupaten. Sebab, Jepara yang berada diposisi empat, secara keseluruhan berada di bawah tiga pemerintahan kota. Tiga Kota yang berada di atas Jepara adalah Semarang, Salatiga dan Pekalongan.

“Secara keseluruhan angka kemiskinan Jepara menempati urutan keempat terendah se-Jawa Tengah. Sedangkan yang berada di urutan pertama hingga ke-tiga adalah Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Kota Pekalongan. Jadi untuk kategori kabupaten, Jepara menempati peringkat pertama terkait angka kemiskinan terendah di Jateng,” katanya, Kamis (28/1/2021).

Kendati angka kemiskinan di Jepara paling rendah, ia juga mengakui ada peningkatan jumlah penduduk miskin. Hal ini terjadi tidak hanya di Jepara, namun juga semua daerah baik kota maupun kabupaten yang ada di Jawa Tengah.

“Kemungkinan karena dampak pandemi Covid-19. Masalah ini mempengaruhi perkonomian secara luas termasuk di Jepara,” ungkapnya.

Dian menyebutkan, penduduk miskin di Kabupaten Jepara, pada tahun 2019 persentasenya mencapai 6,06 persen. Sedangkan pada tahun 2020, persentase penduduk miskin di Kabupaten Jepara mengalami peningkatan. Tahun 2020 dari data yang ada, jumlah penduduk miskin di Jepara menjadi 7,17 persen.

“Jadi memang seperti itulah kenyataan yang terjadi. Angka kemiskinan Jepara menjadi yang paling rendah se- Jawa Tengah. Namun disisi lain terjadi penambahan jumlah penduduk miskin. Dan hal ini berlaku untuk semua wilayah, karena adanya pandemi Covid-19,” tambah Dian Kristiandi.

Dian menambahkan, saat ini ada beberapa strategi yang sudah disiapkan. Strategi tersebut meliputi masalah politik anggaran dan pembuatan kebijakan. Semuanya akan diarahkan pada program priorotas dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Tahun 2022 yang merupakan akhir dari RPJMD 2017-2022 Jepara, akan diperhatikan secara terperinci, sehingga bisa dilihat bidang apa yang masih tertinggal, untuk selanjutnya mendapatkan perhatian lebih.

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jepara 2022 melalui Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), akan memprioritaskan masalah pemulihan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perikanan dan pertanian serta perkebunan. Bidang-bidang ini akan terus didorong.

Sementara itu, Ketua DPRD Jepara, Haizul Maarif yang juga ikut dalam forum ini menyatakan dukungannya terhadap visi misi RPJMD yang disampaikan Bupati Jepara. Pemulihan kualitas hidup masyarakat yang difokuskan melalui sektor perikanan, pertanian dan perkebunan sangat tepat. Namun demikian pihaknya juga menilai perlunya perhatian terhadap infra struktur penunjangnya.

“Infra struktur pendukung juga penting. Kami kira, swasembada pangan tidak akan tercapai, jika selalu gagal panen akibat banjir. Jadi hal seperti ini juga harus diperhatikan,” ujar Haizul Ma’arif pada kesempatan yang sama.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...