Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Depresi Sakit Tak Kunjung Sembuh, Kakek di Pati Nekat Gantung Diri

Petugas memeriksa jenazah korban setelah diturunkan dari tali gantungan. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Seorang kakek berusia 75 tahun, Jono warga Dukuh Rumasan RT 06 RW 02 Desa Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali tampar, Kamis (28/1/2021). Diduga, korban mengalami depresi menahun lantaran sakit menahun yang tak kunjung sembuh.

Kakek yang saban hari tinggal di rumah cucunya, Abdul Karim, di Dukuh Rumasan RT 01 RW 02, pamit ke pulang ke rumah sekitar pukul 01.30 WIB. Namun, setelah lama korban tak juga kembali ke rumah cucunya itu.

Khawatir dengan kepergian suaminya, istri korban, Supi akhirnya meminta tolong kepada tetangganya untuk mengecek di rumah korban. Sesampainya di rumah korban, rupanya ada sarung di depan rumah. Sedangkan kondisi lampu di teras mati.

Selain itu, kondisi rumah korban juga terkunci. Kemudian para tetangga korban itu mendobrak pintu rumah dan didapati korban sudah dalam keadaan tergantung di blandar rumah.

Para tetangga berusaha menurunkan korban dari gantungan dengan harapan korban masih bisa diselamatkan lantaran tubuh korban masih hangat. Sementara yang lainnya melaporkan kejadian itu ke Mapolsek dan Koramil Tambakromo.

“Kami panik dan langsung turunkan korban, gantungnya belum lama, karena badannya juga masih kelihatan hangat. Jadi kami langsung melakukan upaya penyelamatan, hanya saja korban tidak tertolong,” kata Jasmini, tetangga korban.

Tak lama kemudian, petugas kepolisian bersama dengan koramil setempat sampai di tempat kejadian perkara (TKP). Tim medis dari Puskesmas Tambakromo, Dokter Luluk juga turut hadir melakukan pemeriksaan terhadap korban.

“Hasil pemeriksaan, terdapat luka jerat di leher, dari kemaluan keluar cairan dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Korban meninggal dikarenakan gantung diri,” ujar Luluk.

Atas kejadian itu, keluarga korban langsung memakamkan jenazah korban di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...