Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Klaim Biaya Pasien Covid-19 di RS Jepara Capai Belasan Miliar, Semua Belum Dibayar

Petugas melakukan swab antigen kepada pengunjung Pasar Mantingan Jepara yang kedapatan melanggar protokol kesehatan. (MURIANEWS/Budi Erje) pa

MURIANEWS, Jepara – Klaim pembiayaan perawatan pasien Covid-19 yang memenuhi syarat menjadi tanggungan pemerintah, di Jepara nilainya mencapai belasan miliar. Dari semua klaim, yang sudah diajukan, sampai saat ini belum ada yang terbayar.

Sebagian kecil klaim sudah disetujui akan dibayar oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, Mundrikatun menyatakan, klaim pembiayaan pasien Covid-19 diajukan masing-masing rumah sakit langsung ke Kemenkes. Dalam hal ini DKK Jepara hanya mendapatkan tembusan dari klaim yang diajukan masing-masing rumah sakit.

Di Jepara sendiri tercatat ada enam rumah sakit yang selama ini melaksanakan perawatan pasien Covid-19.

Sesuai kebijakan pemerintah, pasien Covid-19 yang memenuhi syarat dalam pembiayaan perawatannya di rumah sakit ditanggung pemerintah. Di Jepara sendiri dari data yang ada di DKK Jepara, klaim yang diajukan masing-masing rumah sakit nilainya mencapai belasan miliar rupiah.

Setidaknya, angkanya dipastikan lebih dari Rp 15 miliar. Angka itu merupakan klaim biaya perawatan Covid-19 yang terjadi sejak awal pandemi pada April 2020 lalu.

“Misalnya saja ya, RSUD Kelet, diketahui sudah menyampaikan klaim senilai Rp 15 miliar. Klaim ini merupakan total pembiayaan sejak April 2020 sampai Desember 2020. Itu baru satu rumah sakit saja. Padahal di Jepara ada enam rumah sakit,” ujar Mundrikatun, Rabu (27/1/2020).

Klaim biaya perawatan Covid-19 ini masing-masing diajukan rumah sakit ke Kemenkes langsung. Selanjutnya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akan melakukan verifikasi, sebelum nanti disetujui berapa yang akan dibayar pemerintah.

Berkas klaim yang diajukan ke Kemenkes, tentunya tidak akan langsung disetujui. Namun menunggu verifikasi, dan kelengkapan berkasnya.

Setelah semua dinyatakan sesuai dan tidak ada masalah, klaim yang diajukan akan disampaikan berapa angka yang disetujui pemerintah. Istilahnya adalah mendapatkan dispute klaim dan pemberitahuan dari pemerintah mengenai besaran klaim yang disetujui dan akan dibayarkan.

Dari semua ajuan rumah sakit di Jepara, sudah ada dipusat yang disampaikan ke rumah sakit yang bersangkutan. Sehingga besar kemungkinan klaim yang diajukan akan dibayar sesuai nilai dalam dispute klaim yang disampaikan. Namun yang pasti, hingga awal tahun ini belum ada klaim dari rumah sakit di Jepara yang sudah dibayar oleh pemerintah.

“Biaya perawatan pasien covid 19 setiap orang memang mahal. Dalam sehari, biayanya bahkan bisa mencapai Rp 5 juta per pasien. Karena itu, setiap pasien yang dirawat bisa menelan biaya puluhan juta. Makanya klaim yang diajukan oleh semua rumah sakit jumlahnya bisa puluhan miliar secara keseluruhan,” ujar

Untuk pembayaran klaim, pemerintah akan langsung menyampaikan ke masing-masing rumah sakit. DKK Jepara dalam hal ini hanya akan mendapatkan tembusan saja. Mengenai kapan akan dibayar, juga belum bisa dipastikan, menunggu kebijakan pemerintah.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...