Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jepara Perpanjang PPKM Sampai 8 Februari, Toko Modern dan Swalayan Boleh Buka Hingga Pukul 22.00

Petugas Polres Jepara melakukan sosialisasi bahaya virus Corona kepada masyarakat yang masih nongkrong di luar rumah hingga malam. (MURIANEWS/Budi Erje)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara akhirnya kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Keputusan ini dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati No 443.5/0373 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan PKM di wilayah Kabupaten Jepara.

Bupati Jepara, Dian Kristiandi menyatakan, keputusan perpanjangan penerapan PPKM ini akan dilakukan sampai 8 Febuari 2021. Untuk selanjutnya, akan dilakukan evaluasi dan monitoring sambil menunggu perkembangan Covid-19 di Jepara.

Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah antisipasi peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Jepara, yang masih tinggi.

Kebijakan ini juga didasari oleh munculnya Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, serta Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor 443.5/0001159 tanggal 25 Januari 2021.

Dengan adanya kebijakan ini, maka pelaksanaan protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat di tempat kerja atau perkantoran sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Jepara Nomor 52 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

“Ada beberapa pembatasan yang sudah disampaikan sesuai dengan Perbup No 52 Tahun 2020. Semua sudah diatur dan harus dipedomani dalam setiap kegiatan yang ada di masyarakat. Langkah ini kami lakukan sebagai respon terhadap perkembangan pandemi Covid-19 di Jepara yang masih belum menunjukan perkembangan seperti yang diharapkan,” ujar Dian Kristiandi, Rabu (27/1/2021).

Beberapa jenis kegiatan yang harus dilakukan dengan ketentuan yang ada, di antaranya adalah kegiatan rapat atau pertemuan. Pelaksanaannya dibatasi hanya boleh diikuti oleh peserta dengan jumlah maksimal 50 persen dari kapasitas tempat yang digunakan. Sedangkan durasi kegiatannya paling lama hanya boleh 2 jam saja.

“Kemudian untuk pelaksanan kegiatan belajar mengajar masih harus dilakukan secara daring,” terangnya.

Sementara untuk kegiatan administrasi di sekolah masih boleh dilakukan sesuai ketentuan jam kerja pada satuan pendidikan negeri dan swasta. Namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Sedangkan untuk sektor esensil yang berkaiatan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional dan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan lebih ketat,” sebutnya.

Di sisi lain, untuk kegiatan usaha Restoran (makan dan minum di tempat) harus menerapkan protokol kesehatan. Hal ini meliputi pengaturan jarak jarak duduk paling sedikit satu meter antarkursi dan tidak saling berhadapan.

Sedangkan jam operasional toko modern atau toko swalayan diatur mulai pukul 10.00 sampai pukul 22.00 WIB. Selanjutnya untuk kegiatan Pedagang Kami Lima (PKL), hanya akan diperbolehkan buka mulai pukul 15.00 sampai 20.00 WIB.

“Untuk tempat ibadah dapat melaksanakan kegiatan keagamaan dengan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dengan prokes ketat. Kami juga akan terus mendorong peran program Jogo Tonggo untuk mendukung Puskesmas dalam pelaksanaan empat M, dan pelaksanaan vaksinasi,” jelas Dian Kristiandi.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...