Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dirut PDAM Kudus Divonis 4,5 Tahun Penjara, Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa

Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus Ayatullah Humaini yang menjadi terdakwa kasus suap pengangkatan pegawai divonis 4,5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (26/1/2021).

Humaini, juga harus membayar denda sebesar Rp 50 juta. Apabila tidak sanggup membayar, maka harus diganti dengan kurungan dua bulan penjara.

Vonis Humaini, lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang selama empat tahun penjara.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” ucap Arkanu, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang.

Dalam pertimbangannya, Humaini terbukti melanggar Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Humaini pun terbukti menerima uang suap sebesar Rp 720 juta. Uang tersebut, dia dapatkan dari hasil pungutan sebanyak 15 pegawai PDAM Kudus yang akan diangkat menjadi pegawai tetap.

Uang, lanjut hakim, kemudian digunakan untuk membayar utang kepada Sukma Oni, salah satu terdakwa lain dalam kasus ini yang juga turut membantu proses pemungutan uang tersebut.

Hakim juga mengatakan jika proses pengangkatan 15 calon pegawai PDAM Kudus tersebut hanya berdasarkan kewenangan terdakwa sebagai direktur utama. Bukan dari penilaian tim seleksi yang sudah dibentuk.

“Terdakwa sebagai direksi BUMD tidak menjalankan tugasnya secara beritikad baik dan bertanggung jawab. Terdakwa tidak mengakui kesalahannya,” tandasnya.

Atas putusan tersebut, hakim memberi kesempatan kepada jaksa maupun terdakwa untuk melakukan upaya hukum lanjutan.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...