Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemuda Ini Jadi Penerima Kartu Prakerja, Duitnya Justru Dibelikan Pil Koplo

Anggota Satresnarkoba Polres Grobogan meminta keterangan pelaku penyalahgunaan narkoba yang berhasil diamankan. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Anggota Satresnarkoba Polres Grobogan berhasil mengamankan seorang pemuda bernama Dewangga (24), warga Kota Purwodadi yang menjadi pelaku penyalahgunaan narkoba berupa pil koplo. Ironisnya duit yang digunakan untuk membeli merupakan hasil dari program Kartu Prakerja.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu boks dengan label Heximer Trihexyphenidyl 2mg yang di dalamnya berisi 1.000 butir pil warna kuning dengan logo ‘mf’, satu unit ponsel dan kartu ATM.

Kasat Narkoba Polres Grobogan AKP Ngadiyo menjelaskan, pelaku diamankan pada Kamis (21/1/2021) lalu di rumahnya.

Menurutnya, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang mengabarkan adanya transaksi sediaan farmasi tanpa izin edar melalui jasa pengiriman barang. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

Akhirnya, pada Kamis (21/1/2021), sekitar pukul 12.00 WIB, petugas mencurigai seorang pemuda di Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi yang menerima paket melalui jasa pengiriman barang. Dalam paket yang dibungkus kertas warna hijau itu tertera nama pengirim ‘Amelia’ dan penerimanya bernama ‘Dewi Sekar Taji.

Selanjutnya, pemuda yang diketahui bernama Dedy Setyo itu diamankan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diinterogasi polisi, Dedy mengaku kalau ia hanya disuruh temannya yang bernama Dewangga untuk mengambil paketan tersebut.

Dari keterangan ini, petugas kemudian mencari keberadaan Dewangga di rumahnya. Saat didatangi petugas, Dewangga mengakui kalau paket tersebut adalah miliknya.

“Selanjutnya, pelaku kita amankan ke mapolres guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini sudah kita lakukan penahanan,” ungkap Ngadiyo, Selasa (26/1/2021).

Saat dimintai keterangan petugas, pelaku mengaku membeli obat-obatan terlarang tersebut dengan uang yang didapatkan dari bantuan sosial (bansos) Kartu Prakerja.

“Modal untuk beli barangnya dari uang bansos Prakerja yang saya dapat. Jadi, saya dulu sempat mendaftar Kartu Prakerja dan ternyata diterima. Kemudian, uangnya saya buat beli ini,” ungkapnya pada petugas.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...