Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Penerima Kartu Tani di Kudus Capai 82 Persen, Akhir Januari Ditarget 100 Persen

Petani di Dukuh Karangturi, Kasmirah menunjukkan sawah yang terendam banjir. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Penerima Kartu Tani di Kabupaten Kudus per 31 Desember 2020 disebut sudah ada 33.763 orang, dari total sebanyak 45.968 petani. Jumlah itu jika dipersentasekan mencapai 82 persen.

Pihak Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus menargetkan pencapaian pendistribusian kartu tani sebesar 100 persen pada akhir Januari 2021 ini.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Kudus Moch Rozi, pihaknya terus mengupayakan semua petani di Kudus memiliki Kartu Tani. Sebab, untuk menebus pupuk subsidi harus menggunakan kartu tersebut.

“Tujuan Kartu Tani itu kan untuk mewujudkan distribusi pengawasan pupuk subsidi kepada petani yang berhak. Meliputi enam asas. Yaitu asas tepat jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu, dan harga,” katanya, Senin (25/1/2021).

Dia menyebut, dengan adanya Kartu Tani pemberian pupuk subsidi akan lebih tepat sasaran. Selain itu data petani juga lebih tertata di sistem.

“Dengan adanya Kartu Tani bisa memperbaharui database petani di lapangan. Karena lebih terstruktur dan otentik sesuai dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan). Dan dengan memiliki Kartu Tani, petani juga mendapatkan harga sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi),” terang dia.

Lebih lanjut, Rozi mengatakan tidak ada biaya administrasi pembuatan Kartu Tani alias gratis. Dengan program ini dia berharap ketersediaan pupuk bagi petani dapat terjamin.

“Dengan adanya Kartu Tani petani bisa mengambil pupuk subsidi maksimal untuk lahan dua hektare. Kalau ada yang punya lahan lebih dari dua hectare, sisanya beli pupuk nonsubsidi.  Karena kalau ada yang punya lebih dari dua hektare itu tergolong petani mampu,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...