Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kudus Dapat 11.280 Vaksin Sinovac, Penyuntikan Dimulai Besok

Plt Kepala DKK Kudus dr Andini Aridewi saat menerima secara simboli surat vaksin Sinovac. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus mendapat alokasi vaksin Sinovac sebanyak 11.280 dosis. Jumlah tersebut, akan disuntikkan kepada 5.618 tenaga kesehatan (nakes) yang ada di Kabupaten Kudus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Andini Aridewi mengatakan, pencanangan penyuntikan vaksin akan dimulai Senin (25/1/2021) besok. Vaksin sendiri, kata dia, tiba Sabtu (23/1/2021) kemarin.

“Sudah tiba kemarin, untuk pencanangannya akan dimulai Senin besok,” ucap Andini Minggu (24/1/2021).

Andini mengatakan, masing-masing tenaga kesehatan akan mendapat dua kali suntikan vaksin. Dengan selang waktu suntikan pertama ke suntikan ke dua sekitar dua pekan.

“Diberi jarak dua pekan itu sebagai boosternya,” ujar dia.

Pihaknya pun menargetkan tahap pertama vaksinasi untuk tenaga kesehatan di Kabupaten Kudus bakal rampung pada 28 Januari 2021 mendatang.

Sementara Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi Kudus dr Abdul Aziz Achyar memastikan jika pihak RSUD menerima sekitar 500 vial vaksin. Sebanyak 250 vial, sudah diserahkan kemarin.

“Besok Senin ada 250 vial vaksin dari DKK. Rencana nanti Pak Plt Bupati menjadi orang pertama yang divaksin. Kemudian dilanjutkan forkopimda. Lalu diikuti nakes RSUD,” ujar dia.

Terkait teknis vaksinasi, kata Aziz, akan dilaksanakan dengan mengikuti prosedur dan program yang diterapkan oleh pemerintah. Begitu juga persiapan dan tata laksananya.

Pihaknya pun menargetkan bisa menyuntikkan vaksin sebanyak 200 vial untuk 200 orang per harinya.

“Tentu, sistematis penyuntikan sendiri harus berdasarkan ketentuan atau registrasi terlebih dahulu,” kata dia.

Aziz menambahkan, proses pelaksanaan vaksinasi akan berjalan sekitar 45 menit. Adapun beberapa tahap yang dilalui yaitu pendaftaran, validasi data, skrining, pelaksanaan imunisasi, dan observasi.

“Jika ada gejala selama proses observasi maka akan dilakukan tata laksana di ruang KIPI (kejadian ikutan pascaimunisasi) oleh dokter spesialis terkait,” jelas dia.

Demi menjamin keamanan vaksin, tambah Aziz, pihaknya juga telah menyediakan tempat khusus sesuai SOP dengan kondisi yang steril.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...